Sumsel Mempraktekkan dan Menjaga Kerukunan Umat Beragama

Palembang, BP
Palembang menjadi tuan rumah kegiatan Utsawa Dharmagita Tingkat Nasional XIII Tahun 2017 yang akan dihelat pada tanggal 6 – 10 Juli mendatang di Jakabaring Sport City Palembang, Sumatera Selatan.
Acara tersebut resmi dibuka oleh Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin didampingi Gubernur Sumsel H Alex Noerdin, Dirjen Bimas Hindu Prof Drs I Ketut Widnya, MA, MPhil, PhD 4, Ketua PHDI Pusat Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya, Ketua Panitya UDG Drs I Wayan Budha, M.Pd 6, Sekretaris Direktorat Jenderal Bimas Hindu I Made Sutresna, SAg, MA 7. Pembimas Hindu Sumatra, Bupati Muba H Dodi Reza Alex Noerdin, Jumat (7/7) di dinning hall Jakabaring Sport City (JSC).
Gubernur Sumsel H Alex Noerdin mengatakan, kalau Sumsel tidak kondusif maka kegiatan Utsawa Dharmagita Tingkat Nasional XIII Tahun 2017 tidak bisa dilakukan di sini.
“Belum pernah terjadi dan insya Allah tidak akan pernah terjadi kerusuhan antar umat beragama dan kerusuhan antar etnis di Sumsel, terima kasih kepada TNI dan Polri serta warga masyarakat yang menjaga keberagaman ini,” kata Gubernur.
Menurut Alex, sekarang banyak mengusung slogan jaga keberagaman, Sumsel sudah mempraktekkannya dan menjaganya, saling menghargai.
“Di Jakabaring nanti dengan bantuan bapak Menteri Agama akan dibangun lima rumah ibadah, cari didunia ada lima rumah ibadah berdampingan, hari senin kita letakkan batu pertama, ini gebrakan yang nyata bukan hanya slogan, bukan hanya kata-kata di podium saja, “ katanya.
Gubernur juga menjelaskan kemacetan yang terjadi di kota Palembang, karena saat bersamaan di bangun proyek infrastruktur terbesar dalam sejarah Indonesia , Jalan Ton, Dua jembatan Musi , Fly Over, Underpass, tambahan listruk, air bersih, rumah sakit-rumah sakit, jalan diperlebar dan Light Trail Transit (LRT) dari Jakabaring sampai ke Airport dan itu dilakukan serempak sekaligus.
“Jadi wajar kalau macet, tapi enam bulan sebelum Asian Games tanggal 8-8 2018, insya Allah mohon kepada sang Hyang Widi kota ini menjadi salah satu kota paling cantik di Asia,” katanya.
Dan mengenai dining hall tempat acara, Gubernur mengatakan dibangun 2010 akhir atau enam bulan sebelum Sea Games karena sebelumnya adalah rawa-rawa dan masih terawat dengan baik.
Selain itu menurut Gubernur kalau pihaknya masih membangun lima tower baru tapi belum ada peralatan namun setelah Asian Games , Gubernur Sumsel menawarkan agar Utsawa Dharmagita Tingkat Nasional dilaksanakan di Palembang lagi .
Gubernur juga menjelaskan kalau kota Palembang yang menjadi ibukota Kerajaan Sriwijaya 1300 tahun lalu Dapunta Hyang turun dari pantai Timur Sumatera dengan membawa pasukan sampai di Bukit Siguntang dan membuat pemukiman dan berkembang menjadi Kerajaan Sriwijaya.
Menag Lukman Hakim Saifuddin memuji kemampuan Gubernur Sumsel mempromosikan Sumsel dan wajar dua kali menjabat Gubernur Sumsel.
Lukman mengaku bersyukur bisa hadir membuka kegiatan Utsawa Dharmagita Tingkat Nasional XIII Tahun 2017 di kota Palembang.
“ Mudah-mudahan ini adalah sebagai bagian yang kita mampu membina dan menjaga tradisi yang baik yang ditorehkan oleh para tokoh-tokoh agama kita , khususnya umat hindu tapi juga dengan kegiatan ini kita dapat mengembangkan upaya kita memperdalam kitab suci hindu sehingga lebih menghayati dan mengamalkanya,” katanya.
Ketua PHDI Pusat Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya kegiatan ini dilakukan dengan baik dan dapat menjalin silaturahmi semua masyarakat Indonesia.
“ Ini persatuan dan kesatuan kita dimana Utsawa Dharmagita ini meningkat ketakwaan kita kepada tuhan, mari kita bersama-sama kita meningkatkan kualitas sumber daya manusia umat hindu khususnya dan umat manusia umumnya , tingkatkan sumber daya manusia Indonesia agar manusia semakin cerdas dan mampu membangun dan memimpin lebih baik,” katanya.
Pihaknya mengajak anak-anak muda hindu menjadi generasi yang baik melanjutkan kehidupan berbangsa dan bernegara ini dan yang utamakan cerdaskan anak-anak kita , cerdas, cerdik dan cendikia melalui kegiatan ini.
Selain itu dengan Informasi Tehnologi harus didasarkan kepada keimanan dan ketakwaan agar tidak mudah terprovokasi hoaks atau hal yang provokatip.
“ Mari kita tampilkan yang terbaik khususnya antara umat beragama, saling menghormati, saling asah asih asuh, saling membangun, berpikir positip , kita semua bergandengan tangan untuk memajukan Indonesia, , mari kita belajar dengan mengelola setiap kegiatan dimanapun berada,” katanya.
Ketua Panitia Pelaksana I Wayan Budha enjelaskan, kalau Utsawa berarti festival atau lomba, sedangkan dharmagita adalah nyanyian suci keagamaan. Dengan demikian Utsawa Dharmagita atau lomba nyanyian suci keagamaan Hindu.
“ Acara yang bertemakan Wahana Penguatan Pemahaman, Penghayatan, dan Pengamalan Ajaran Hindu sebagai Wujud Revolusi Mental ,” katanya.
I Wayan Budha mengatakan, untuk jenis lomba yang akan dipertandingkan sebanyak 18 cabang diantaranya Utsawa Dharma Widya SD, Utsawa Dharma Widya SMP dan Utsawa Dharma Widya SMA.
“Untuk peserta diperkirakan mencapai 2.000 orang yang merupakan perwakilan umat Hindu dari 33 Provinsi yang ada di Indonesia termasuk perwakilan dari Sumsel,”ujarnya.
I Wayan Budha menceritakan, tentang tujuan digelarnya Utsawa Dharmagita Tingkat Nasional XIII Tahun 2017 ini, untuk tujuan umum Pertama yaitu meningkatkan pemahaman, penghayatan, dan pengamalan ajaran kitab suci Weda beserta susastra Hindu dalam upaya memperkokoh karakter bangsa.
Kedua, meningkatkan Sraddha dan bhakti sebagai landasan. Ketiga, meningkatkan pelaksanaan ajaran Agama Hindu. Keempar menyamakan persepsi tentang dharmagita. Kelima melestarikan dan mengembangkan dharmagita termasuk kearifan budaya lokal dalam rangka membangun peradaban dharma.
Keenam, memantapkan kerukunan internal umat Hindu yang dinamis dan faktual dalam upaya memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. Ketujuh, meningkatkan kajian terhadap kitab suci Weda dan susastra Hindu.
“Sedangkan, tujuan khususnya diantaranya, meningkatkan keterampilan membaca kitab suci Weda dan susastra Hindu/ Nyanyian-Nyanyian keagamaan Hindu,” katanya.
Acara dimeriahkan tarian, drama dan pembacaan kitab suci dan pemanahan panah oleh Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin.#adv