Hilton Amankan Tiga Poin SFC

Hilton coba melepaskan diri dari tiga pemaian belakang Perseru Serui yang menghadang dan mengawal ketat pergerakan untuk melakukan serangan, Rabu (27/7)
Palembang, BP
Sriwijaya FC berhasil menekuk tim tamunya Perseru Serui 1-0 dalam lanjutan Torabika Soccer Championship (TSC) 2016, di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Rabu (27/7) sore.
Gol semata wayang Laskar Wong Kito dicetak Hilton Moreira menit ke-80. Meski berhasil mengamankan tiga poin, SFC tetap tak beranjak dari posisi ke-4 klasemen dengan perolehan 22 poin. Terpaut satu poin dari Bhayangkara Surabaya United di posisi ketiga dengan 23 poin.
Pelatih SFC Widodo Cahyono Putro usai pertandingan mengatakan, laga kemarin terbilang berat bagi anak asuhnya karena menang menjadi harga mati. Pemain jelas memikul beban yang sangat berat sejak menit awal. Hal itu juga yang membuat penyelesaian akhir lini depan tidak begitu mulus. Banyak peluang yang gagal dikonversi menjadi gol karena terburu-buru.
“Pemain memikul beban yang cukup berat, tapi dengan kerja keras dan tak kenal menyerah akhirnya gol bisa tercipta,” kata pelatih berusia 45 tahun ini.
Melawan Artur Bonai dan kawan-kawan ini, punggawa Laskar Wong Kito dituntut kerja keras karena pertahanan berlapis diterapkan tim tamu.
Hal itu menyulitkan pemain SFC untuk menusuk jantung pertahanan. Beto, Hilton, Ridwan dan pemain lainnya sama sekali tak diberikan kesempatan untuk melepaskan sepakan ke mulut gawang. Tapi kesabaran Hilton Cs akhirnya berbuah manis. Hilton berhasil mencetak gol menit ke-80.
“Kita apresiasi kerja keras pemain, semoga ke depan kita bisa lebih baik lagi,” harapnya.
Sementara itu sang pencetak gol Hilton Moreira mengaku sangat senang bisa mencetak gol. Meski ini bukan gol pertamanya bersama SFC tapi sangat berkesan karena banyak peluang sebelumnya didapat tapi gagal dikonversi menjadi gol.
“Kita banyak dapatkan peluang tapi kurang beruntung, jadi saya senang bisa cetak gol,” katanya.
Banyaknya peluang yang terbuang percuma, tentu menjadi koreksi bagi pelatih nantinya. Dia bersama rekan-rekannya tentu siap mendapatkan koreksi atas hal itu.
Ke depan dia bersama rekan-rekannya yang lain akan bekerja keras untuk dapat memberikan penampilan terbaiknya dan berusaha menyelesaikan segala umpan yang tercipta.
“Tiga poin ini sangat penting bagi kita, ini membuat harapan keluar sebagai juara tetap terbuka,” katanya.
Pelatih Perseru Serui Hanafi mengaku sangat kecewa dengan beberapa keputusan wasit Aprisman Aranda.
“Banyak keputusan kontroversi yang dibuat wasit, seharusnya menjadi bola milik kita malah jadi milik lawan,” katanya.
Terlepas dari itu, untuk permainan sendiri memang anak asuhnya tertekan. SFC tampil menyerang sejak menit awal, tapi pertahanan anak asuhnya terbilang cukup solid.
Pemain belakang mulai hilang konsentrasi jelang bubaran. Pemain tampak sudah kelelahan, karena menempuh perjalanan yang cukup jauh dari Papua. Hal itu membuat fisik pemain terkuras, sehingga memasuki menit akhir pemain sudah tampak kewalahan yang berbuntut pada konsentrasi pemain menurun.
“Perjalanan yang jauh, ditambah persiapan yang singkat membuat pemain kelelahan,” katanya.
Bila kondisi fisik pemain prima, Hanafi sangat yakin performa anak asuhnya akan konsisten sampai pertandingan usai.
Dominasi Permainan
Bermain di markasnya sendiri, Sriwijaya FC langsung menekan sejak menit awal babak pertama. Anak asuh Pelatih Widodo Cahyono Putro beberapa kali langsung membahayakan gawang tim tamu.
Duo legiun asing asal Brasil yang dimiliki Laskar Wong Kito, Hilton Moreira dan Alberto Goncalves beberapa kali membuat kiper Choirun Nasirin harus jatuh bangun untuk mencegah bola masuk ke dalam gawangnya.
Tak mau terus ditekan, Perseru mulai mencoba melakukan serangan balasan saat laga sudah berjalan 15 menit. Namun, konsistensi lini belakang SFC yang mendapat dukungan langsung dari para suporternya masih mampu menghalau dengan baik setiap peluang yang dibuat armada Cendrawasih Jingga.
Hingga 30 menit pertandingan babak pertama, permainan keras nampak ditunjukkan pemain kedua kesebalasan. Tidak jarang aksi menjatuhkan dilakukan pemain SFC dan Perseru untuk dapat merebut bola.
Hingga mendekati menit-menit akhir babak pertama, kedua tim lebih banyak memainkan bola di lapangan tengah. Hasilnya, tidak ada gol yang tercipta dan skor imbang 0-0 pun menutup jalannya laga babak pertama.
Saat babak kedua baru berjalan tiga menit, Hilton Moreira sukses merobek gawang Perseru usai menerima umpan tendangan bebas. Sayang, gol itu harus dianulir oleh wasit setelah melihat Hilton sudah dalam posisi off-side.
Sebuah serangan balik yang cepat pun langsung dilancarkan oleh tim tamu. Kiper Try Goentoro yang panik langsung mengejar bola dan terpaksa menangkapnya di luar kotak penalti.
Wasit Aprisman Aranda langsung mengganjar Try dengan kartu kuning dan memberi hadiah tendangan bebas bagi kubu Perseru. Sayang Arthur Bonai yang menjadi penendang gagal memanfaatkan peluang emas itu setelah bola sepakannya masih terbang di atas gawang SFC.
Memasuki menit ke-80, tuan rumah akhirnya sukses memecah kebuntuan lewat kaki Hilton Moreira. Memanfatkan umpan silang dari rekannya di sisi kanan lapangan, Hilton melakukan sepakan pelan ke gawang Choirun Nasirin yang tidak mampu menahan laju bola dengan baik. SFC sementara unggul 1-0. Unggul satu angka, membuat Laskar Wong Kito tidak terlalu ngotot untuk melakukan serangan dan lebih banyak bermain di wilayah pertahanan mereka sendiri.
Hasilnya keunggulan 1-0 SFC atas Perseru pun bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Laskar Wong Kito sukses menjaga tren positif mereka dengan tidak terkalahkan di enam laga kandang.
Kemenangan atas Perseru sendiri membuat SFC kokoh di posisi empat klasemen sementara dengan perolehan 22 poin dari 12 laga. Sementara bagi Perseru kekalahan atas Sriwijaya membuat mereka masih berada di posisi 13 klasemen dengan perolehan 12 poin dari total 12 laga. #zal