SFC, Waspadai Kecepatan Perseru!
Palembang, BP
Perseru Serui adalah lawan yang bakal dihadapi Sriwijaya FC (SFC) pada lanjutan Torabika Soccer Championship (TSC) A 2016, di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Rabu (27/7). Memang, skuad berjuluk Kuda Laut Oranye tersebut, tidak memiliki kedalaman skuad yang terlalu mumpuni.
Perseru hanya diperkuat talenta lokal asal Papua. Nama yang paling dikenal hanya Yesana Desnam, yang pernah bersinar bersama Persiwa Wamena. Tapi, SFC tidak boleh memandang remeh karena Perseru memiliki pemain yang tengah menjadi sorotan.
Namanya Arthur Bonai dan Amadou Gakou. Layaknya pemain muda, keduanya punya kecepatan yang diyakini bakal merepotkan pertahanan Laskar Wong Kito.
Jika Amadou termasuk striker mumpuni, Arthur Bonai yang bertindak sebagai kapten piawai dalam mengatur irama skuad Kuda Laut Orange
Kondisi ini tentu berbahaya. Apalagi, koordinasi Mauricio Leal dan kawan kawan di lini belakang tidak terlalu baik. Buktinya, empat gol bersarang di gawang Yogi Triatna pada dua pertandingan terakhir. Selain itu, Perseru memiliki gaya bermain keras dan selalu bermain dengan fighting spirit tinggi dalam setiap pertandingan. Dua keunggulan ini diyakini bakal merepotkan tim Double Winner 2007.
“Saya tidak terlalu mengenal kekuatan Perseru, tapi tim ini sebenarnya sangat merepotkan karena memiliki kecepatan seperti ciri khas tim-tim asal Papua,” kata Pelatih SFC Widodo Cahyono Putro, Selasa (26/7).
Untuk mencapai target meraup poin maksimal, Widodo meminta Supardi Nasir dkk untuk bermain disiplin dan konsisten menjaga konsentrasi sepanjang pertandingan. Serta tidak melakukan kesalahan di daerah sendiri.
“Soal Arthur Bonai dan Amadou, dia adalah otak serangan Perseru dan dia harus diwaspadai. Saya juga berharap para pemain dapat mengantisipasi bola-bola atas lawan karena mereka selalu mengandalkan bola seperti itu,” ujar pelatih kelahiran Cilacap itu.
“Kegagalan pada laga sebelumnya yakni adanya gol lawan di menit akhir, diharapkan tidak terjadi lagi di laga nanti. Sebagai tuan rumah, SFC menargetkan kemenangan untuk mengamankan posisi pada klasemen sementara,” kata mantan pelatih Gresik United.
Mantan pelatih Persela itu menegaskan, ia hanya akan menggunakan jasa pemain yang mempunyai komitmen 100 persen dengan klub berbasis di Palembang tersebut.
Widodo mengungkapkan, dalam pertemuan akhir pekan lalu, manajemen telah memberikan peringatan keras kepada tim mengenai hasil mengecewakan yang diperoleh SFC dalam dua laga terakhir.
Mantan asisten pelatih timnas Indonesia ini menilai peringatan manajemen merupakan sebuah hal wajar. Karena itu, iai meminta pemain agar lebih berkomitmen saat menghadapi Perseru.
“Peringatan Itu wajar, dan semua menyadari hal tersebut. Namun kami sepakat tidak melihat lagi ke belakang, dan apa yang disampaikan manajemen menjadi pelecut semangat agar lebih baik lagi ke depannya,” kata Widodo.
Meski demikian Widodo yakin anak asuhnya bisa mengamankan poin penuh pada laga nanti, karena dia sudah mendapat gambaran mengenai kekuatan Perseru.
“Perseru punya pertahanan yang bagus. Arema kesulitan menembus pertahanan Perseru. Gol yang diciptakan Arema dari proses bola mati. Oleh karena itu, saya meminta anak-anak menjaga konsentrasi dan harus bermain lebih bagus lagi. Dari evaluasi, kami kerap melupakan pertahanan, sehingga bisa ditembus lewat serangan balik cepat. Intinya pemain harus fokus dan belajar dari kesalahan lalu, anggap semua pertandingan final, siapa
Pada laga itu, Widodo tidak bisa memainkan penjaga gawang Teja Paku Alam, karena staminanya belum 100 persen bugar walau sang pemain sudah mengikuti latihan tim.
“Teja tampaknya masih jauh untuk turun lawan Perseru. Dia masih harus memulihkan fisiknya dulu. Bahkan bobot badannya sempat turun tiga kilogram, jadi harus dinaikkan dulu. Tetapi gelandang Ichsan Kurniawan dipastikan bisa tampil penuh di pertandingan pekan depan,” tambah Widodo.
Hal yang sama diungkap gelandang jangkar SFC Ichsan Kurniawan. Dia mengaku, akan bermain maksimal dan disiplin demi meredam permainan tim tamu.
“Perseru punya kekuatan fisik dan mengandalkan kecepatan seperti halnya tim Papua. Itu sudah kami antisipasi sesuai arahan pelatih. Saya sendiri fokus pada tim sendiri dan tidak melihat secara individu pemain Perseru, melainkan mewaspadai mereka sebagai sebuat kesatuan tim,” pungkas jebolan Timnas U-19 itu.
Pemain senior Firman Utina menambahkan, dari hasil evaluasi pemain dituntut untuk mendapatkan tiga poin dan komunikasi menjadi hal yang harus dibenahi.
“Kita bagus lawan Persija, kemudian masuk dalam persiapan libur Lebaran. Artinya pemain harus mengembalikan memori yang lalu. Sebenarnya penampilan SFC bisa lebih baik jika tidak libur,” tegas Firman.
Coba Beruntungan
Sementara Perseru, mencoba peruntungan untuk mencuri poin saat dijamu SFC. Pelatih Perseru Hanafi mengatakan, timnya akan berusaha untuk mendapatkan poin.
“Dari empat laga away sebelumnya, kami selalu gagal mendapatkan poin. Maka di laga kali ini, kami bertekad untuk memperoleh poin. Akan lebih bagus jika ternyata kami bisa bawa pulang poin penuh. Tetapi itu tidak mudah, karena SFC merupakan tim yang kuat. Kami akan bekerja keras untuk memperoleh poin,” kata Hanafi.
Hanafi berujar, Cendrawasih Jingga, julukan Perseru, akan berusaha tampil lebih bagus dari laga sebelumnya saat dikalahkan Arema dengan skor 0-3.
“Kami akan menggunakan strategi dengan penguatan di lini belakang dan memaksimalkan serangan yang dibangun dari lini tengah. Pemain tengah bisa bekerjasama dengan pemain sayap untuk memberikan umpan matang ke penyerang Perseru. Dengan cara itu diharapkan Perseru bisa mencetak gol di gawang SFC,” ujar Hanafi.
Menurut Hanafi, gaya permainan seperti itu sudah berhasil dipraktikan Yesaya Desnam dan kawan-kawan saat menghadapi Arema kemarin.
“Gaya itu sudah bisa dimainkan anak-anak di menit kedua. Sayangnya kami belum beruntung sehingga kembali kalah dari Arema. Oleh itu untuk membobol gawang SFC, kami akan makin menguatkan kerjasama di lini tengah yang akan menjadi motor serangan Perseru,” ucap Hanafi.
Hanafi menambahkan, untuk meredam serangan Laskar Wong Kito, pihaknya akan mendisiplinkan seluruh lini agar tidak mudah dimasuki oleh tuan rumah.
“SFC adalah tim yang sudah lama terbentuk dan padu. Ditunjang dengan pemain yang berkualitas, seluruh pemain SFC tinggal menjalankan skema saja. Sedangkan kami masih perlu meraba, karena baru terjadi penggantian pelatih. Ditambah dengan status sebagai tuan rumah, kami harus bekerja keras jika ingin mencuri poin dari SFC,” tambah Hanafi.
Menurut dia, seluruh pemain SFC akan diwaspadai, karena pergerakan pemain tuan rumah cepat dan bagus.
“Ada satu pemain SFC yang perlu benar-benar diwaspadai, yaitu Hilton Moreira. Dia pemain yang punya skill yang mumpuni, dari akurasi tendangan, kecepatan, dan mobilitas tinggi. Jadi saya meminta kepada seluruh pemain, khususnya pemain belakang untuk mematikan pergerakan Hilton. Jangan sampai dia mudah melakukan penetrasi ke lini belakang Perseru,” tutur Hanafi.
Soal pemain, Hanafi menerangkan seluruh pemain siap diturunkan.
Ada tiga pemain yang cedera ringan, seperti Paulus Hisage, Sugiono, dan kapten tim Arthur Barrios Bonai. Saya akan melihat kondisi terakhir dari ketiganya di sesi latihan besok. Kalau ternyata memang tidak memungkinkan dimainkan, saya akan menurunkan pemain lain yang kualitasnya tidak berbeda. Secara keseluruhan, tim tidak ada masalah dan akan berusaha keras untuk mendapatkan poin,” terang Hanafi.#fer