Tata Kelola Parawisata Palembang Belum Maksimal

12
fahlevi3
H Fahlevi Maizano

Palembang, BP

Belum maksimalnya tata kelola parawisata di Kota Palembang membuat aktitivas kepariwisataan yang masuk Palembang masih sangat minim.
Padahal, kalau berkaca dari sejarah Sriwijaya, banyak yang bisa dikemas dan dikomersialkan untuk konsumsi parawisata.
“Untuk parawisata Palembang yang masih stagnan, sebenarnya sederhana. Karena kita punya tempat parawisata sejarah dan religi. Tapi kan sekarang yang ada hanya ziarah kubro, seharusnya yang perlu dibesarkan sejarah Sriwijaya,” kata Ketua Komisi V DPRD Sumsel H Fahlevi Maizano, Senin (18/7).
Menurutnya, jika bicara sejarah, ada beberapa tempat yang perlu dimaksimalkan.
“Namun harus juga diketahui bagaimana tata kelolanya,” kata anggota DPRD Sumsel daerah pemilihan Palembang ini menanggapi sepinya aktivitas parawisata di Bumi Sriwijaya.
Politisi PDI Perjuangan ini mencontohkan, konsep wisata sudah dilakukan pemerintah Jawa Barat yang mengemas sejarah-sejarah mereka dalam berbagai legenda.
Sudah tentu, akan banyak orang yang penasaran dan mencari informasi kebenaran tentang semua cerita dari legenda tersebut.
“Kalau cerita-cerita legenda seperti itu dihidupkan, maka akan terbangun budaya-budaya Sumsel,” katanya.
Selain itu parawisata budaya juga harus ditentukan apa ikonnya, dimana letak sejarahnya dan religi.
“Misal, perayaan capgome di pulau Kemaro, sebaiknya ada agenda dan jangan hanya tahu ada kegiatan setahun sekali, apa yang harus di gali dari sejarah dan religi kegiatan tersebut,” ujar katanya.
Pria yang akrab disapa Boy itu menyebut selain memaksimalkan tata kelola parawisata dan mengemas bentuk-bentuk wisata di Palembang, juga harus ada wisata yang perlu diperbaharui.
“Wisata bukan saja tentang pembangunan insfrastruktur fisik, tapi agenda kegiatan parawisata dan harus ada wisata yang perlu diperbaharui,”  katanya.#osk
 
Baca Juga:  Disbudpar Bakal Membangun Wisata Kampung Sehat
Komentar Anda
Loading...