2 Tahun Buron, Pembunuh Satpam Dibekuk

16
20160715_174244
Isnin, tersangka pembunuhan terhadap seorang satpam diamankan di Mapolresta Palembang, Minggu (17/7).

Palembang, BP

Terlibat kasus pembunuhan terhadap Andri Gunawan satpam di Pasar Lemabang Palembang pada November 2014 silam, membuat Isnin (24) sempat melarikan diri dari kejaran petugas ke Kota Jakarta.

Setelah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) selama dua tahun, akhirnya Isnin berhasil ditangkap Unit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polresta Palembang di rumahnya di Jalan Bambang Utoyo, Lorong Cianjur, Kelurahan 2 Ilir, Kecamatan Ilir Timur (IT) II Palembang, Jumat (15/7) malam.

“Masih ada dua pelaku lainnya yang ikut menghabisi nyawa korban. Namun, kedua pelaku lainnya saat ini masih dalam pengejaran petugas di lapangan,” ungkap Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Maruly Pardede saat gelar tersangka di Mapolresta Palembang, Minggu (17/7).

Baca Juga:  Pelaku Pembunuhan Paman Sendiri Ditangkap

Menurut Maruly, peristiwa pembunuhan yang terjadi pada November 2014 di kawasan rumah tersangka bermula saat tersangka Isnis dan korban terlibat salah paham saat tengah bermain judi. Kemudian, tersangka pulang ke rumah dan kembali menemui korban.

“Di sanalah terjadi penganiayaan tersebut yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” jelasnya.

Bahkan, masih dikatakan dia, saat ditemukan, tubuh korban dalam keadaan bersimbah darah dengan luka tusukan sebanyak 13 kali, serta memar pukulan benda-benda tumpul.

Baca Juga:  Terungkap, Identitas Mayat Wanita Korban Mutilasi

“Barang bukti, kita amankan satu bilah pisau berserta sarungnya, serta sepotong kayu gelam yang digunakan pelaku untuk menghabisi nyawa korban dan pakaian korban,” kata Maruly.

Sementara itu, menurut pengakuan tersangka Isnin, dirinya kesal terhadap korban yang sebelumnya sempat mengancam hendak membunuh dirinya. Karena awalnya ketika ia sedang berjudi main kartu remi dengan korban, saat Andri kalah, lalu meminjam uang dengannya.

Baca Juga:  Kanwil Kemenkumham Sumsel Ikuti Workshop Reformasi Birokrasi

Ketika sudah dipinjamkan, sambungnya, korban kalah dan ingin meminjam kembali, namun dirinya sudah tidak ada uang lagi, karena tidak menang. Pada saat itulah, korban marah-marah dan mengancam akan membunuhnya.

“Dia ngancam mau membunuh saya. Jadi saat dia masuk ke tempat kami mau menghantarkan nasi ke rumah pacarnya, jadi kami habiskan nyawanya di sana,” tutur tersangka Isnin yang terancam bakal dijerat Pasal 170 KUHP ini. #rio

Komentar Anda
Loading...