SFC Resmi Menang 3-0 Atas Persija

16
Dodi-Reza-Alex-2
Presiden SFC Dodi Reza Alex

Palembang, BP

Komisi Disiplin Indonesia Soccer Championship telah resmi menyatakan bahwa Persija Jakarta kalah tiga gol tanpa balas dari Sriwijaya FC, terkait status laga kedua tim di Stadion Gelora Bung Karno, yang harus dihentikan pada menit 81′, Jumat (24/6), akibat kerusuhan suporter.

Hal ini disampaikan Presiden SFC Dodi Reza Alex, Senin (27/6). Setelah insiden tersebut, dirinya telah menginstruksikan jajaran manajemen SFC untuk terus mengawal poin Supardi dan kawan-kawan.

Ini lantaran saat pertandingan dihentikan, pengawas pertandingan tidak langsung memberikan tiga poin untuk SFC, kendati dalam posisi unggul 1-0.

“Saya minta pada manajemen untuk terus mengawal supaya hak kita tetap terlindungi,” kata Dodi.

Baca Juga:  PSSI Ancam Bubarkan Liga 1, SFC Tetap Latihan

Jajaran manajemen telah bekerja keras dan Komdis ISC telah mengambil keputusan cukup bijaksana dengan memenangkan Laskar Wong Kito atas Persija dengan skor 3-0.

Saat mendapatkan keputusan itu, tentu apa yang menjadi harapan manajemen, pemain, pelatih dan suporter dipenuhi. Manajemen SFC sama sekali tak ambil pusing mengenai sanksi Rp100 juta pada Persija karena dianggap gagal menjadi tuan rumah akibat keributan yang dibuat Jakmania. Begitupun sanksi enam partai tanpa atribut suporter Jakmania, juga tidak dipermasalahkan manajemen SFC.

“Itu menjadi wewenang Komdis. Terpenting hak kita tiga poin telah didapat,” tegasnya.

Ia menyambut baik Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrowi akhirnya membatalkan niatnya untuk menghentikan sementara kompetisi TSC. Kompetisi di negara ini sudah dua tahun mati suri dan kini mulai bergulir kembali. Sehingga SFC sangat tidak setuju kalau kompetisi dihentikan. Apalagi lantaran ulah negatif segelintir suporter.

Baca Juga:  Bonus Satu Gol Rp10 Juta

Namun Dodi tak menepis bila sebagai insan sepakbola merasa sangat malu melihat aksi suporter tim tuan rumah yang terlibat keributan dengan pihak keamanan. Pemain SFC sampai sesak napas karena kepulan asap flare dan petasan yang begitu banyak, sehingga membuat pertandingan sempat terhenti dua kali, hingga akhirnya distop menit ke-81.

Belum lagi aksi Jakmania ini menelan korban, baik dari kubu suporter sampai pihak kepolisian. Tentu ini sangat memprihatinkan.

Baca Juga:  Rp20 Ribu Dapat Nonton Pemain Dunia

“Saya sebagai insan sepakbola sangat malu mendengarnya, tapi saya tidak setuju kalau kompetisi kembali dibekukan. Kompetisi ini baru saja dibenahi. Yang perlu dilakukan pembinaan, keamanan. Tapi kini sudah diputuskan kompetisi akan berjalan, tentu hal itu kita sambut baik,” ucapnya.

Masih kata anggota DPR RI ini, sejak awal dirinya dan jajaran manajemen telah mengingatkan pemain, pelatih dan suporter untuk menjaga nama baik tim. Sportivitas harus dijunjung tinggi. Semua pihak harus berpikiran panjang sebelum bertindak, jangan sampai apa yang dicapai Laskar Wong Kito selama ini menjadi rusak karena amarah sesaat. #zal

 

Komentar Anda
Loading...