PDIP Tidak Khawatir Partai Golkar Bergabung

22
981463461828Jakarta, BP
Anggota DPR RI  Hendrawan Supratikno menegaskan, PDIP tidak pernah resah dan khawatir dengan bergabungnya Partai Golkar ke pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla (JK). Masuknya Golkar   justru menjadi   investasi politik yang baik bagi perjalanan   demokrasi nasional. Apalagi Ketua Umum DPP Golkar Setya Novanto (Setnov), dan Presiden RI Jokowi  tipical  tidak banyak bicara, tapi bekerja dan bekerja untuk kesejahteraan rakyat.
“Pak Setnov   dikenal sebagai orang yang bersahabat, luwes, tidak meledak-ledak dan sifat semacam itu   dibutuhkan  pemerintah untuk menciptakan suasana politik   kondusif dan  adem,” ujar Hendrawan di Ruangan Wartawan DPR RI, Jakarta, Kamis (19/5).
Menurut Hendrawan, Golkar di bawah kepemimpinan Setnov   memberikan kontribusi besar   menciptakan politik  yang cair  dan fleksibel. Golkar konsisten mengelola kekuasaan, sedangkan PDIP konsisten   mengoreksi penyimpangan kekuasaan. “Jadi, kalau Golkar dan PDIP bergabung,   luar biasa  untuk mewujudkan stabilitas politik demi  kesejahteraan rakyat,” tutur  Hendra.
Soal pernyataan Setnov mendukung  Jokowi periode 2019-2024   sebagai  Presiden RI 2019, kata Hendra sangat tepat sepanjang rakyat masih menginginkan.    “Saya yakin rakyat akan mendukung Jokowi,” katanya.
Setya Novanto menegaskan,  selama memimpin Golkar sekitar tiga tahun ke depan dia akan mewakafkan tenaga dan waktu  untuk kepentingn Golkar. Setnov akan melakukan       inventarisasi,  konsolidasi kader dari pusat sampai ke daerah, dan DPR RI untuk membantu pemerintah dari pusat sampai daerah untuk mendukung  program pemerintahan Jokowi.
Dia juga   akan menjalankan ‘  7 program besar sampai pemilu 2019. Itu  dimulai dari fraksi,   harus kerjasama dengan fraksi  lain  k memberikan kontribusi bagi kepentingan rakyat, bangsa, dan negara.
Menyinggung pergantian fraksi DPR RI menurut Setya Novanto, semua berdasarkan kompetensi, kapabilitas, dan loyalitas. Kalau sering  mencaci-maki,   orang itu   sulit dipertahankan. “
Pakar Komunikasi  M Qodari  menuturkan, dia yakin   suara Golkar pada pemilu 2019   naik setelah Golkar dikendalikan  Setya Novanto.     Golkar akan naik menjadi 3 besar, kalau tidak peringkat 1, 2   atau 3. Sebab, figur Setnov   mampu meningkatkan elektabilitas dan   mengoptimalkan elit-elit Golkar. Sama  dengan Akbar Tandjung dulu, yang terjerat hukum bahkan sempat masuk penjara, Golkar malah menang di Pemilu 2009.
 Dikatakan  Qodari, lima tahun lalu  sudah memprediksi  Setya Novanto  menjadi Ketua Umum Golkar.   Karena Setnov banyak teman, luwes, pandai bersahabat, dan pandai membangun.   “Jadi, dengan gabungnya PPP dan PAN, kekuatan Presiden Jokowi baru 50 % di DPR RI, tapi setelah Golkar bergabung,   kekuatan pemerintah menjadi 75 %,” papar Qodari. #duk
Baca Juga:  Menpar Arief Yahya Warning Orang Iseng
Komentar Anda
Loading...