Sumsel Bertransformasi Jadi Provinsi Terbaik

21

Menginjak usia 70 tahun, Sumsel banyak mengalami kemajuan. Berbagai pembangunan yang oleh kebanyakan orang dinilai mustahil, sebagian telah terwujud dan sebagiannya lagi dalam proses pengerjaan.

Alex Tanjak (3)
Gubernur Sumsel H Alex Noerdin

Palembang, BP

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin mengatakan, saat ini Sumsel tengah bertransformasi menjadi salah satu provinsi terbaik di Indonesia. Kepercayaan pemerintah pusat terhadap Ibukota Kerajaan Sriwijaya ini pun semakin tinggi. Salah satunya dengan menunjuk Palembang, ibukota Sumsel, menjadi kota penyelenggara Asian Games 2018 bersama DKI Jakarta.

“Sumber segala pembangunan besar-besaran yang sedang dikerjakan di Sumsel saat ini adalah akan diselenggarakannya Asian Games mendatang,” ujarnya, beberapa waktu lalu.

Sejumlah proyek pembangunan yang saat ini sedang dikerjakan, yakni kereta cepat ringan (light rail transit /LRT) atau yang biasa Alex sebut Sepur di Pucuk bernilai total Rp11,4 triliun. Kemudian pembangunan Jembatan Musi IV senilai Rp523 miliar, dan Jalan Tol Palembang-Inderalaya (Palindera) sepanjang 22 km senilai Rp3,301 triliun tengah dikerjakan.

Lalu ada pembangunan enam unit menara rumah susun sederhana sewa (rusunawa) dan tiga unit rumah susun sederhana milik (rusunami) senilai Rp600 miliar yang akan digunakan sebagai wisma atlet saat Asian Games berlangsung, dan dijual kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) pasca perhelatan olahraga terakbar se-Benua Asia tersebut digelar.

“Serapan APBN di Sumsel hingga 2018 yakni sebesar Rp68 triliun. Jumlah yang besar ini akan sangat bermanfaat bagi pembangunan di Sumsel yang akan dirasakan langsung oleh masyarakat,” ungkapnya.

Pembangunan infrastruktur tersebut didanai oleh pemerintah pusat melalui alokasi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), bukan dari APBD. Pemerintah Provinsi Sumsel sama sekali tidak mengeluarkan rupiah barang sepeser pun untuk ketiga infrastruktur vital yang digadang-gadang akan mengurai kemacetan dan meningkatkan mobilitas di Sumsel itu.

“Dana APBD Provinsi digunakan untuk pembangunan yang lain, seperti pembangunan Jembatan Musi VI, fly over Jakabaring-Ampera, serta renovasi dan perbaikan venue olahraga di JSC. Namun APBD hanya sebagian kecil yang digunakan untuk venue. Kita mendapatkan gelontoran dana dari swasta yang sangat berkontribusi untuk venue, utilitas seperti jaringan listrik, saluran air bersih, dan lainnya” jelas Alex.

Selain itu, pihaknya pun terus berupaya mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-api yang telah mengantongi Perpres nomor 51 tahun 2014.

Sejumlah calon investor telah melirik dan berkunjung ke Sumsel demi pengembangan KEK. Beberapa di antaranya, yakni Dubai Port Wold Group, PT Pelindo, Oropesa Porth Management, PT Dex, dan PT Indorama. Jika KEK TAA mulai beroperasi nanti, Alex menyebutkan, pertumbuhan ekonomi Sumsel akan meningkat semakin pesat.

Baca Juga:  Tentukan Titik Kampanye, KPU se Sumsel Rapat Kordinasi

Namun Alex mengakui, di usia Sumsel ke-70 ini, masih banyak cita-cita dan mimpi yang belum tercapai. Terutama mewujudkan semua program yang telah dirancang guna menyukseskan Asian Games. “Tetap, target seluruh infrastruktur vital dan pendukung akan selesai akhir 2017,” tegasnya.

Progres LRT

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumsel Nasrun Umar mengatakan, per awal Mei 2016 progres pembangunan LRT baru mencapai 6,01 persen.

Persentase progres pembangunan lintasan 0-15 persen, merupakan fase kritis di mana seluruh progresnya memerlukan proses konstruksi seperti pemancangan dan pengecoran. Banyak alat berat yang digunakan pun membuat pengguna jalan harus berhati-hati dan tidak sembarangan saat melintasi kawasan pembangunan.

Pada Mei akhir, PT KAI akan memulai lelang rel atau rolling stock LRT. Pada akhir 2017, pemasangan rolling stock di atas pondasi akan selesai, setelah itu tinggal penyesuaian signaling dan kelistrikan.

Total anggaran yang digunakan demi kereta cepat ini, ungkap Nasrun, adalah Rp11,4 triliun. Sebesar Rp7,2 triliun digunakan untuk pembangunan sarana prasana, Rp1,2 untuk pengadaan rel, dan sisa Rp3 triliun untuk kelistrikan, signaling, dan kebutuhan operasional lainnya.

Nantinya akan ada dua lokomotif yang masing-masing membawa beberapa gerbong. Satu lokomotif dalam satu kali jalan dapat membawa 800-1.000 penumpang dengan waktu tempuh maksimal dari Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang ke Jakabaring Sport City (JSC) 45 menit.

“Perkiraan harga tiket saat ini Rp15.000-20.000 untuk jarak Bandara ke JSC, ke stasiun lebih dekat tentu lebih murah. Karena ini merupakan LRT pertama di Indonesia, bisa saja tiketnya disubsidi jadi bisa lebih murah lagi,” imbuhnya.

Manager SFC ini pun berujar, jalur yang dibangun untuk menunjang Asian Games nanti merupakan Koridor I LRT. Masih ada koridor lainnya yang akan dibangun menuju seluruh penjuru Kota Palembang. Seperti menuju arah Pusri, Jalan Jenderal Ahmad Yani Plaju, Sako Kenten melalui Jalan HM Noerdin Pandji, dan lainnya.

Infrastruktur Jalan dan Jembatan

Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) III mengalokasikan anggaran senilai Rp1,25 triliun untuk menggarap sejumlah proyek infrastruktur besar di Sumsel sepanjang tahun ini.

Proyek-proyek tersebut antara lain berada di Kawasan Metropolitan, yakni Kota Palembang, seperti pembangunan flyover, jembatan hingga perbaikan jalan menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-Api (TAA).

Baca Juga:  RA Anita Noeringhati Terkejut, DPRD Sumsel Tidak Dapat Informasi Rencana Pembuatan Jalan Khusus Batubara PT MBJ

Kepala BBPJN III Thomas Setiabudi Aden mengatakan sebagian proyek besar itu juga merupakan bagian dari persiapan jelang Asian Games 2018 di Kota Palembang.

“Ada pula proyek besar seperti pembangunan empat fly over juga dua jembatan, tahun ini kami alokasikan Rp1,25 triliun untuk Sumsel,” katanya. Oleh karena itu, kata Thomas, proyek infrastruktur jalan di Palembang itu ditarget dapat selesai sebelum Agustus 2018 atau sebelum Asian Games dimulai.

Sumsel merupakan provinsi yang mendapat porsi alokasi cukup banyak dari BBPJN III, pasalnya balai juga yang membawahi pengerjaan jalan di Bangka Belitung, Bengkulu  Lampung itu memiliki budget total senilai Rp3,02 triliun untuk keempat provinsi itu.

Thomas memaparkan keempat proyek jembatan layang itu meliputi, yakni fly over Keramasan sepanjang 650 meter di Kota Palembang, fly over Simpang Bandara – TAA sepanjang 460,74 meter, fly over Bantaian dan Gelumbang di Kota Prabumulih sepanjang 28,50 meter.

Adapun salah satu proyek jembatan yang akan dikerjakan pada tahun ini adalah Jembatan Musi IV yang menghubungkan bagian hulu dan hilir Kota Palembang.

Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) III Sumbagsel Gunawan mengatakan, pihaknya yang melakukan sebagian besar pembangunan dan peningkatan jalan tersebut.

Untuk Jembatan Musi IV, pembebasan lahan telah selesai pada akhir tahun lalu. Pihaknya fokus untuk pembangunan di Seberang Ilir terlebih dahulu, sedangkan untuk Seberang Ulu akan dilakukan di tahun 2017 sampai 2018 karena akan dilanjutkan pembangunan akses jalan dari Musi IV sampai ke Jalan Nasional Ahmad Yani.

Pembebasan untuk akses jalan dari jembatan Musi IV ke Jalan Ahmad Yani akan menggunakan dana sharing dari pemprov, pemko, dan pemerintah pusat sehingga tidak terlalu terbebankan.

Sumsel mendapatkan gelontoran dana sebesar  Rp2.173.298.000.000 yang bersumber dari APBN pemerintah pusat dalam kurun waktu tiga tahun, 2015-2018 untuk pembangunan dan peningkatan jalan serta jembatan pendukung penyelenggaran Asian Games 2018 mendatang.

Berdasarkan data Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Provinsi Sumsel, secara rinci, dana APBN yang digelontorkan pemerintah pusat kepada Sumsel pada 2015 sebesar Rp50 miliar, lalu pada 2016 sebesar Rp1.012.992.000.000, sementara 2017 sebesar Rp810,466 miliar, dan 2018 sebesar Rp299,840 miliar.

Kabid Sarana dan Prasarana BAPPEDA Provinsi Sumsel Hendrian MT mengatakan, pembangunan yang memakan dana paling besar adalah proyek pembangunan Jembatan Musi IV yang konstruksinya menelan dana Rp523 miliar.

Baca Juga:  Pagu Anggaran Pelantikan 7 Kepala Daerah Capai Rp1,3 M

Dirinya menjelaskan, dana pembebasan lahan telah dianggarkan pada 2015 sebesar Rp35,4 miliar. Sementara pembangunan konstruksinya dilakukan dengan sistem tahun jamak (multiyears). Tahun 2015 dianggarkan Rp14,6 miliar, Rp75 miliar dianggarkan pada  2016, Rp250 miliar pada 2017, dan 180,4 miliar pada 2018.

 

Selain untuk pembangunan, dana APBN pun digunakan untuk rencana program peningkatan, pelebaran, dan rekonstruksi infrastruktur. Peningkatan jalan nasional dalam kota Palembang pada 2016 dianggarkan Rp130,431 miliar. Peningkatan drainase, bahu jalan, dan trotoar jalan nasional dalam kota Palembang pada 2016 dianggarkan Rp100,870 miliar dan Rp65,326 miliar pada 2017.

Pelebaran jalan dalam kota Palembang dianggarkan Rp157,888 miliar pada tahun ini, sementara pelebaran jembatan dalam kota Palembang dianggarkan Rp7,5 miliar. Rekonstruksi ruas jalan Simpang Bandara-TAA pada 2016 dianggarkan Rp50 miliar, Rp150 miliar pada 2017, dan Rp100 miliar pada 2018.

Jakabaring Sport City

PT Bukit Asam Persero mengucurkan dana Rp149 miliar untuk pembangunan Convention Hall serba guna serta 24 unit kendaraan roda empat demi penyelenggaraan Asian Games 2018 mendatang.

Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin menuturkan, PT BA membantu Pemprov Sumsel untuk membangun center court tersebut di kawasan Jakabaring Sport City, tepatnya dekat dengan gedung Bank SumselBabel.

Alex menjelaskan, center court tersebut bisa memiliki fungsi dan beberapa pertandingan olahraga seperti tenis, voli, dan bola basket bisa dipertandingkan di dalam gedung tersebut.

“Atapnya bisa dibuka-tutup sesuai kebutuhan. Kalau dibuka, AC dimatikan, bisa jadi venue final pertandingan tennis saat Asian Games. Kalau ditutup, AC dihidupkan, bisa digunakan untuk bola basket dan voli karena tinggi ceillingnya lebih dari cukup,” tuturnya.

Selain sebagai venue olahraga, center court tersebut pun bisa digunakan sebagai convention hall untuk menyelenggarakan pertunjukan musik, orkestra, pameran, hingga seminar akbar. Dengan adanya convention hall ini, potensi wisata MICE Sumsel pun akan meningkat.

Belum seluruhnya lahan pembangunan dibebaskan menjadi kendala besar bagi progres pengerjaan jalan tol Palembang-Inderalaya. Berdasarkan informasi, dari 22 km panjang ruas tol Palindra yang memiliki tiga seksi pembangunan, ada 770 bidang yang masih dalam proses pembebasan lahan. Rinciannya, 125 bidang di seksi I Palembang-Pemulutan dan 645 bidang di seksi II Pemulutan-KTM Rambutan dan seksi III (KTM Rambutan-Indralaya.#idz

Komentar Anda
Loading...