Pengusaha Karet Minta Kaji Poin Bursa Fisik

12
A farmer collects latex at a rubber plantation in Buon Ma Thuot City, in Vietnam's central highland April 2, 2010. REUTERS/Kham
REUTERS/Kham

Palembang, BP

Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumatera Selatan (Sumsel) menyatakan mendukung pendirian Bursa Fisik Karet di Indonesia, hanya saja perlu ditinjau kembali poin-poin yang ada di monitoring.

 

Ketua Gapkindo Sumsel Alex K Eddy mengemukakan agar pemerintah tidak mewajibkan seluruh penjualan karet dilakukan di Bursa Fisik Karet yang direncanakan segera dibentuk.

Baca Juga:  Pemerintah Harus Atasi Menurunnya Harga Karet

 

“Pada dasarnya kami mendukung, hanya saja perlu dikaji terhadap point-pointnya, sebab perusahaan penyelenggara dapat berpotensi melakukan aksi monopoli,” katanya.

 

Menurut dia, bursa karet itu terwujud menyusul adanya regional rubber market dengan tujuan agar jenis, mutu dan kemasan yang diperdagangkan tiga negara sama.

 

Pemerintah ingin membentuk harga sendiri, yang selama ini berpatokan dari Singapura. Meskipun begitu, alasan penolakan sebagai kewajiban penjualan di bursa antara lain, karena langkah itu bisa mengurangi drastis devisa Indonesia khususnya Sumsel dari karet.

Baca Juga:  UangTeman Gaet Nasabah Palembang

 

“Karena disahkan, maka tidak langsung lagi menjualnya tapi di bursa fisik dan ini hambatan. Tetapi, kalau menguntungkan kenapa tidak, karena hubungan buyyer nanti tidak lancar seperti selama ini, dan tidak ada gunanya,” jelas Alex.

 

Dengan begitu, ia berharap jika wacana bursa fisik tersebut benar-benar diterapkan, diharapkan pengusaha karet tidak dibebankan untuk jadi hal yang wajib diikuti, melainkan secara sukarela saja.#ren

Baca Juga:  DPRD SumselĀ  Dorong Pergub Tentang Tata Niaga Karet di Sumsel

 

Komentar Anda
Loading...