Pengusaha Karet Minta Kaji Poin Bursa Fisik

Palembang, BP
Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumatera Selatan (Sumsel) menyatakan mendukung pendirian Bursa Fisik Karet di Indonesia, hanya saja perlu ditinjau kembali poin-poin yang ada di monitoring.
Ketua Gapkindo Sumsel Alex K Eddy mengemukakan agar pemerintah tidak mewajibkan seluruh penjualan karet dilakukan di Bursa Fisik Karet yang direncanakan segera dibentuk.
“Pada dasarnya kami mendukung, hanya saja perlu dikaji terhadap point-pointnya, sebab perusahaan penyelenggara dapat berpotensi melakukan aksi monopoli,” katanya.
Menurut dia, bursa karet itu terwujud menyusul adanya regional rubber market dengan tujuan agar jenis, mutu dan kemasan yang diperdagangkan tiga negara sama.
Pemerintah ingin membentuk harga sendiri, yang selama ini berpatokan dari Singapura. Meskipun begitu, alasan penolakan sebagai kewajiban penjualan di bursa antara lain, karena langkah itu bisa mengurangi drastis devisa Indonesia khususnya Sumsel dari karet.
“Karena disahkan, maka tidak langsung lagi menjualnya tapi di bursa fisik dan ini hambatan. Tetapi, kalau menguntungkan kenapa tidak, karena hubungan buyyer nanti tidak lancar seperti selama ini, dan tidak ada gunanya,” jelas Alex.
Dengan begitu, ia berharap jika wacana bursa fisik tersebut benar-benar diterapkan, diharapkan pengusaha karet tidak dibebankan untuk jadi hal yang wajib diikuti, melainkan secara sukarela saja.#ren