Harga Karet Jeblok, Warga OKI Minta Solusi Bupati

16
010692600_1428631985-Pohon-karet-201504010-JohanKayuagung, BP
Semakin merosotnya harga komoditi karet belakangan ini langsung atau tidak sudah memengaruhi banyak sektor. Khusus di Kabupaten OKI, dampaknya sangat terlihat pada perekonomian masyarakat baik petani karet maupun pekerja penyadap.
Persoalan ini diadukan warga ke Bupati OKI saat orang nomor satu itu berkunjung ke desa. Salah seorang warga berstatus petani karet di Desa Sungutan Air Besar, Kecamatan Pangkalan Lampam, OKI, Rusnadi, menyampaikan, turunnya harga karet yang sudah berlangsung hingga saat ini membuat perekonomian warga tersendat.
“Sebagian besar mata pencaharian kami ini petani karet, dulu saat harga  karet stabil, kami bisa dibilang sejahtera di dusun ini, namun sejak harga turun sejak beberapa tahun ini, kami merasa susah,” kata Rusnadi di hadapan Bupati OKI.

Baca Juga:  Atasi Harga di Petani, Ekspor Karet Dikurangi

Keluhan petani karet itu, sengaja langsung disampaikan ke Bupati, karena masyarakat berharap ada solusi terbaik dari kepala daerah.

“Harapan kami  ada solusi dari pemerintah, agar kami ini tidak hanya mengandalkan hasil komoditi karet, mungkin ada solusi berupa mata pencaharian lain,” terangnya.

Dalam kesempatan itu Bupati OKI Iskandar langsung menanggapi keluhan petani karet di Kecamatan Pangkalan Lampam. Program kedaulatan pangan, menurut Iskandar, menjadi solusi untuk  meningkatkan perekonomian warga.

Baca Juga:  Bupati Ogan Komering Ilir Mengganti Kepala BKD
“Saat ini kita sedang menggalakkan peningkatan pertanian pangan, jika para petani karet mau bertani Padi itu menjadi salah satu Solusi, untuk bibit dan penggarapan lahanya akan dibantu pemerintah,” ungkapnya.

Dijelaskan Bupati, jika petani karet masih memiliki lahan yang selama ini belum digarap, dipersilahkan diusulkan kepada pemerintah kabupaten untuk dicetak menjadi lahan pertanian padi.

Baca Juga:  Istri Bupati OKI Gagas Gerakan Jahit Masker di Rumah
“Saat ini kita mendapat kuota cetah sawah/lahan pertanian baru sebanyak 10 ribu hektar, kami persilahkan bagi warga yang memiliki lahan atau lebak yang belum dimanfaatkan, hal itu bisa dibuka menjadi lahan pertanian, nanti yang membukanya menjadi lahan pertanian dibantu pemerintah bersama TNI, sehingga petani karet bisa juga bertani padi, ini saya pikir jadi solusi agar tidak begitu bergantung dengan komoditi karet,” jelas Bupati. #ros
Komentar Anda
Loading...