Sumsel Masih Peringkat 11 Destinasi MICE
Palembang, BP
Sejak 2009 hingga saat ini, Provinsi Sumatera Selatan masih menduduki peringkat ke-11 sebagai destinasi MICE (meeting, incentive, convention, and exhibition: pertemuan, insentif, konvensi, dan pameran). Padahal potensi kegiatan tersebut sangat besar dalam meningkatkan angka kunjungan wisata. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumsel melalui Kabid Pariwisata Zainal Arifin.
“Infrastruktur untuk pengembangan pariwisata kita masih lemah,” ungkapnya dalam acara Asistensi MICE Kementerian Pariwisata di Hotel Aston Palembang, Kamis (31/3).
Kendati demikian, ia memastikan tahun 2016 ini pembangunan infrastruktur tengah dikebut dengan bantuan pusat. Di antaranya pembangunan jalur LRT, flyover, dan underpass di Kota Palembang, serta tol Palindra. Menurutnya, apabila masalah infrastruktur ini segera rampung maka target 20 juta kunjungan wisata ke Sumsel pada 2018 bisa terealisasi, di mana kontribusi utamanya dari MICE. Apalagi saat ini tengah tumbuh hotel-hotel baru yang dilengkapi convention hall.
“Infrastruktur darat sedang dibangun, tapi untuk sektor pameran (exhibition) sudah kita mulai dari sekarang dengan gelaran beragam event nasional dan internasional. Beruntung, tidak ada lagi larangan pertemuan (meeting) di hotel bagi PNS,” terang dia.
Dijelaskannya, keunggulan wisata yang bisa ditawarkan dari Sumsel adalah murah, lembaga kepariwisataan yang lengkap, dan keramahan. Hal ini dibuktikan dari penerbangan yang masuk dan keluar di Bandara Internasional SMB II saat ini mencapai 49 penerbangan.
“Promosi wisata terus kita gencarkan,” beber Zainal.
Sementara, Kasubid Asosiasi dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata RI Eli Yuliardi mengatakan, masalah infrastruktur adalah kendala kepariwisataan setiap daerah. Untuk itu, peningkatan di sektor ini terus dikejar pemerintah melalui koordinasi dengan kementerian terkait lainnya.
Adapun kriteria yang harus dipenuhi daerah untuk menjadi destinasi unggulan MICE, sebutnya, antara lain adanya aksesibilitas, dukungan stakeholder, dan aneka tempat menarik. Selain itu, tersedia fasilitas akomodasi, meeting, pameran, citra destinasi, dan profesionalisme SDM.
“Hal utama adalah kekayaan budaya dan alam dari daerah,” singkatnya. #dil