14 Ribu KK Korban Banjir Menanti Bantuan

13

Muratara, BP

Memasuki hari keempat banjir yang melanda wilayah Kecamatan Karang Jaya, Rupit dan Rawas Ulu sudah berangsur-angsur surut. Kendati tiga kecamatan sudah surut, justru desa-desa di Kecamatan Karang Dapo dan Rawas Ilir  yang mulai terendam. Mirisnya lagi berdasarkan data Dinas Sosial (Dinsos) ada 14 ribu Kepala Keluarga (KK) rumahnya terendam banjir. Namun dari jumlah tersebut belum ada yang mendapatkan bantuan.

Menurut informasi belum dibagikannya bantuan untuk korban banjir lantaran persedian yang ada tidak mencukupi untuk diberikan kepada korban banjir.
‎Menurut Helmi (33)  warga Desa Batu Gajah, Kecamatan Rupit, sudah memasuki hari keempat korban banjir di desanya belum juga mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah (Pemda). Tidak diketahui secara pasti mengapa belum ada bantuan, padahal masyarakat sangat membutuhkan.
“Saya sudah mengecek ke Ibukota Kabupaten, belum ada tanda-tanda pemda melalui Dinsos akan memberi bantuan,” jelasnya.
Dia mengatakan masyarakat saat ini tidak perlu yang lain, yang mereka butuhkan adalah beras. Karena saat banjir beras-beras masyarakat banyak yang terendam.
“Masyarakat saat ini sangat membutuhkan bantuan pasca banjir,” ungkapnya.
Hal senada dikatakan warga Rawas Ilir, Yamin, bahwa wilayah Rawas Ilir mulai terendam banjir. Jika belajar dari sebelumnya wilayah Rawas Ilir terakhir terkena banjir, dan juga paling lama. Karena paling lama diharapkan bantuan secepatnya diberikan. “Jangan cuma memantau saja daerah mana saja yang terkena dampak banjir,” paparnya.
‎Kalau cuma memantau semua orang bisa. Namun yang terpenting saat ini adalah bantuan untuk masyarakat yang terkena banjir. Sebab bantuan tersebut sangat dinantikan masyarakat.
Terpisah Kadinsos Muratara, Zainal Arifin Daud, mengakui bahwa 14 ribu korban banjir belum menerima bantuan.
Bantuan belum diberikan bukan tanpa alasan, karena stok beras dan lainnya tidak mencukupi kalau diberikan kepada korban banjir.
“Stok beras dan lainnya tidak mencukupi untuk diberikan kepada korban banjir,” jelasnya.
Alasannya kalau satu desa atau kecamatan saja yang diberikan ditakutkan akan menimbulkan kecemburuan sosial. Makanya saat ini bantuan tersebut ditahan sampai cukup.
“Nah kalau sudah cukup bantuan akan diberikan secara serentak,” paparnya.
Dia menjelaskan saat ini beras bantuan yang terkumpul baru 4,5 ton, mie instans 400 dus, air mineral 200 dus, minyak sayur 600 liter dan gula 30 kg. Perlu diketahui katanya untuk membantu 14 ribu KK , apabila yang akan diberikan beras dibutuhkan sekitar 40 ton beras.
“Sementara saat ini beras yang ada dari bantuan perusahaan dan pihak ketiga cuma 4,5 ton. Artinya masih
dibutuhkan banyak,” paparnya.
Nah kalau beras tidak mencapai target maka Dinsos ada strategi lain untuk membagikan bantuan supaya tidak menimbulkan kecemburuan sosial.
“Kita akan membuat strategi lain untuk memberikan bantuan, kalau bantuan tidak mencapai target,”pungkasnya. #wan
Baca Juga:  Warga Muratara Kekurangan Air Bersih
Komentar Anda
Loading...