Hanya Tuhan yang Tahu Kapan Munas Golkar

Jakarta, BP
Penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) Golkar semakin tidak jelas kapan dilaksanakan. Isu Munas sudah diembuskan akan dilaksanakan April, kemudian diundur Mei, mundur lagi Juni dan kabar terakhir usai lebaran. Padahal sejumlah kader Golkar telah mendeklarasikan diri sebagai calon Ketua Umum Golkar. Sebut saja, Ade Komarudin, Airlangga, dan Mahyudin.
Menanggapi kapan diselenggarakan Munas Golkar, Mahyudin mengatakan, semua jadwal rencana Munas yang sampai ke publik tidak ada yang pasti. “Munas Golkar hanya Tuhan yang tahu. Semua jadwal tak ada yang pasti. Kalau tak pasti, para kandidat mengejar yang tak jelas,” kata Mahyudin, calon Ketua Umum Partai Golkar, di ruang kerjanya, Gedung MPR RI, Jakarta, Selasa (28/3).
Mahyudin yang juga Wakil Ketua MPR RI itu menyatakan hal tersebut usai menyampaikan surat pemberitahuan SPT Tahunan pajak penghasilan pribadi secara online dengan menggunakan e-filling kepada Dirjen Pajak.
Menurut Mahyudin, jadwal dan kepanitiaan belum diputuskan dalam rapat DPP, sehingga tidak mungkin bisa ditetapkan kapan jadualnya. “Kita saja sebagai calon ketum agak galau, karena berharap jadwal Munas segera ditetapkan,”tutur Mahyudin.
Sekalipun masih menunggu jadwal Munas Golkar yang valid, Mahyudin mengaku tetap senang. Sebagai Pimpinan MPR RI, dia tetap menjalan tugas mensosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan kepada rakyat.
Kalau ada pilihan, tambah Mahyudin, Munas tidak diperlukan jika Golkar kubu Aburizal Bakrie (ARB) dan Agung Laksono (AL) sudah bersatu. Hanya saja apakah Menkumham mau mengeluarkan SK-nya. “Karena itulah menurut saya kapan Munas Golkar, hanya Tuhan yang tahu,” tandasnya.
Mahyudin mengingatkan, para pengambil keputusan jadwal Munas Partai Golkar berprinsip bahwa dalam politik panglimanya kepentingan bukan perasaan. “Kepentingan utama Golkar hanya menang dalam pemilu.
Karena itu DPP harus mengadakan Rapimnas untuk menegaskan jadwal Munas,” ujarnya.
Diakui Mahyudin, gara-gara belum ada kejelasan kapan Munas, silaturrahmi ke DPD seluruh Indonesia dihentikan dulu. Kalau jadwal sudah jelas Mahyudin akan menyelesaikan konsolidasi dalam 20 hari bersilaturahmi dengan DPD Golkar se Indonesia.
Dia menambahkan, hasil survei internal 90 persen DPD II mendukung Mahyudin dengan alasan sudah lama di organisasi Partai Golkar. “Soal figur kepanitiaan dalam Munas Golkar, saya harap siapapun yang ditunjuk, mereka harus netral seperti wasit yang jujur dalam pertandingan,” harapnya. #duk