Siap Berjuang di Luar Palembang

6
Persib Bandung berhasil memuncaki klasemen akhir grup A turnamen Piala Bhayangkara setelah mengalahkan Sriwijaya FC dengan skor 2-0 di Stadion Si Jalak Harupat, Kab Bandung, Sabtu (26/3) malam. ligaindonesia
Persib Bandung berhasil memuncaki klasemen akhir grup A turnamen Piala Bhayangkara setelah mengalahkan Sriwijaya FC dengan skor 2-0 di Stadion Si Jalak Harupat, Kab Bandung, Sabtu (26/3) malam.

Bandung, BP

Sriwijaya FC (SFC) dipastikan tidak bisa menggelar pertandingan semifinal di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, setelak takluk 0-2 dalam laga pamungkas Grup A turnamen Piala Bhayangkara di Stadion Si Jalak Harupat, Sabtu (26/3) malam WIB. Dengan kekalahan ini, Laskar Wong Kito menjadi runner up dengan koleksi tujuh poin. Maung Bandung menjadi pemuncak klasemen dengan nilai sepuluh.

Dengan hasil ini, SFC akan menghadapi pemuncak klasemen Grup B yang sedang diperebutkan dua tim yaitu PS Polri dan Arema Cronus. Siapa yang menjadi juara grup akan mendapat keuntungan menjadi tuan rumah di semifinal yang hanya menggelar satu laga. Toh, SFC tidak terlalu merisaukan status tuan rumah tersebut.

Asisten Pelatih SFC Hartono Ruslan usai pertandingan mengatakan, pemain sudah bekerja keras dalam partai ini. Tim tuan rumah dengan dukungan para bobotoh tampil ngotot. SFC sempat tertinggal melalui gol Samsul Arif, namun tetap bermain stabil.

“Pemain terus berusaha keras keras kejar ketertinggalan. Pemain sudah bermain maksimal, babak kedua sudah menguasai pertandingan namun gagal mencetak gol,” kata Hartono.

Ketika sibuk mengejar ketertinggalan itu, pemain kehilangan konsentrasi pada pertahanan sehingga kembali kebobolan.

“Soal gagal ke Palembang tidak masalah karena ada babak semifinal yang masih bisa kami perjuangkan,” ujarnya.

Baca Juga:  Kalah, Tiket Delapan Besar Tertunda

Kapten SFC Achmad Jufrianto menambahkan, selama bermain tekanan bobotoh jelas terasa, tapi bagi pemain SFC hal itu tidak terlalu berpengaruh.

Pemain terus berkonsentrasi untuk dapat meredam pemain Maung Bandung. Para bobotoh juga dianggap tetap ramah pada Jupe dan tiga rekannya.

“Soal tekanan dari bobotoh, sebagai pemain profesional tidak masalah, karena kami berempat tetap mendapat sambutan yang baik,” katanya.

Ditambahkan Jupe, kekalahan SFC dari Persib hampir sama dengan final Piala Presiden lalu. Laskar Wong Kito kalah karena gol cepat Maung Bandung. Kala itu dia masih membela Persib, tapi kali ini bela SFC.

“Hasil ini sama seperti final Piala Presiden lalu, gol cepat di babak pertama merubah permainan dan persib sangat disiplin bertahan, ke depan kita akan coba lebih baik lagi,” janjinya.

Sementara itu, Pelatih Persib Dejan Antonic mengatakan, partai melawan SFC sangat menguras tenaga pemain.

“Kami menghadapi tim yang sangat bagus dengan materi pemain berpengalaman. Saya suka gol kedua karena itu sudah kami atur di jeda water break,” jelasnya.

Gol itu lewat proses sebuah perencanaan dengan matang. Pemain pun melakukan instruksi pelatih dengan sangat baik. Itu menjadi gol terindah dari kedua gol Persib. Tapi gol Samsul tetap menjadi kunci mengangkat mental anak asuhnya.

Baca Juga:  Menebus Kekalahan dan Kesalahan

“Semifinal kita akan melakoni partai kandang, kita harapkan bisa berikan yang terbaik buat bobotoh,” tandasnya.

Berlangsung Sengit

Persib dan SFC mengawali pertandingan dengan permainan terbuka. Laskar Wong Kito yang berusaha mencetak gol cepat mampu menekan pertahanan Persib, tapi mengalami kesulitan menciptakan peluang.

Pendukung tuan rumah bersorak kegirangan ketika laga memasuki menit ke sepuluh. Menerima umpan panjang dari belakang, Samsul Arif memanfaatkan kesalahan Achmad Jufriyanto mengantisipasi bola. Samsul yang berhadapan dengan kiper Dian Agus Prasetyo, melepaskan tendangan, namun dapat diblok. Bola kembali ke Samsul yang tidak membuang kesempatan.           1-0 untuk Persib.

Samsul kembali menghadirkan ancaman di barisan pertahanan SFC di menit ke-16. Namun kali ini Samsul gagal memanfaatkannya dengan baik, karena ragu-ragu saat ingin menendang bola, sehingga ditutup barisan belakang SFC

Laskar Wong Kito merespons serangan Persib, dan sempat mengancam pertahanan Persib. Setelah berjibaku menepis tendangan Alberto Goncalves yang mengarah ke gawangnya, kiper I Made Wirawan pun menggagalkan tendangan TA Mushafry yang sebelumnya masuk menggantikan Yohanis Nabar. SFC masih berusaha menyamakan kedudukan, dan menekan pertahanan Persib. Kans diperoleh Hilton Moreira, tapi tidak membuahkan hasil. Hingga babak pertama usai, skor 1-0 tetap bertahan.

Baca Juga:  Tak Dapat Tiket Pesawat, Latihan Ditunda

Persib langsung menggebrak pertahanan SFC setelah babak kedua dimulai. Samsul mendapatkan peluang di menit ke-47, tapi tendangannya memanfaatkaan bola liar dalam sebuah kemelut di kotak penalti SFC masih melambung.

Samsul menjadi momok bagi barisan belakang SFC. Striker Persib ini kembali mengancam gawang Sriwijaya pada menit ke-55, tapi tendangannya dari jarak dekat masih bisa dibendung Dian Agus. Selang satu menit kemudian, Persib nyaris memperbesar keunggulan. Namun tendangan kaki kiri Juan Belencoso dari sisi kiri luar kotak penalti SFC menghajar tiang gawang.

Selepas laga berjalan 60 menit, SFC mampu memperbaiki performa mereka, dan mengimbangi permainan Persib. Hanya saja, serangan yang dibangun dapat dipatahkan barisan belakang Maung Bandung.

Stadion Si Jalak Harupat kembali berguncang ketika Belencoso memecahkan kemandulannya dengan menjebol gawang Dian Agus pada menit ke-76. Belencoso yang berdiri bebas usai menerima umpan tendangan bebas Taufiq tanpa kesulitan menjebol gawng lawan.

Di waktu tersisa, SFC tetap berusaha mendapatkan gol. Peluang didapat TA Mushafry ketika menerima umpan Supardi yang sempat membentur pemain belakang Persib, tapi sepakannya masih menyamping di sisi kiri gawang. Hingga wasit meniup peluit panjang, skor 2-0 tidak mengalami perubahan.#fer/zal

 

Komentar Anda
Loading...