Protes Penggeledahan Narkoba, Napi Bakar Rutan

17
Lima Orang Tewas dalam Kebakaran di Rutan Malabero Metrotvnews.com, Bengkulu: Kebakaran melanda Rumah Tahanan (Rutan) Malabero yang mengakibatkan lima orang tewas, Bengkulu, Jumat (25/3/2016). Rutan dibakar oleh narapidana karena melakukan perlawanan saat terjadi penggeledahan oleh aparat BNNP Bengkulu. Sebanyak 257 narapidana dievakuasi dan akan direlokasi ke Lapas Bentiring yang daya tampungnya lebih besar. ANTARA/David Muharmansyah
Sebanyak 257 narapidana dievakuasidari LP Bengkulu dan direlokasi ke Lapas Bentiring yang daya tampungnya lebih besar. ANTARA/David Muharmansyah

Bengkulu, BP

Kerusuhan yang merenggut nyawa lima orang narapidana (napi) terjadi di rumah tahanan (rutan) Bengkulu. Kerusuhan berdarah itu terjadi menyusul penggeledahan yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bengkulu yang berujung perlawanan para napi.

Kepala Bagian Humas Ditjen Lapas Kementerian Hukum dan HAM Akbar Hadi mengatakan, sekitar tiga blok hunian napi di rutan Bengkulu terbakar. Namun ruang perkantoran dan administrasi rutan masih aman.

“Yang terbakar tiga blok hunian kecuali blok wanita. Untuk ruang perkantoran dan administrasi nggak,” kata Akbar saat dihubungi, Sabtu (26/3).

Sementara untuk blok hunian wanita tidak terdampak kerusuhan. Peristiwa itu terjadi Jumat (25/3) malam sekitar pukul 20.30. Saat itu BNNP melakukan penggeledahan yang berujung pada perlawanan para napi.

Baca Juga:  Cegah Peredaran Virus Corona, 541 Napi Se- Sumsel Bebas

Usai kejadian itu, pihak lapas langsung berkoordinasi dengan Polda dan Polres Bengkulu untuk melakukan langkah pengamanan. Sekitar pukul 22.45 situasi akhirnya dapat dikendalikan.

Dari laporan terakhir yang diterima, 252 dari 259 orang tahanan berhasil dievakuasi ke Lembaga Pemasyarakatan Bengkulu di Bentiring. Kemudian satu orang dibawa oleh BNNP, satu orang dilarikan ke rumah sakit, dan lima orang tewas terbakar di Kamar 7 Blok A.

 

Kebakaran yang melalap tiga blok hunian itu dipicu oleh ulah narapidana yang berontak dan menjebol pintu tahanan.

Baca Juga:  KPU Sumsel Tegaskan Mantan Napi Tiga Kategori Ini tak Bisa Nyalon DPD RI

Kabag Humas Ditjen Lapas Kementerian Hukum dan HAM Akbar Hadi mengatakan kondisi rutan merupakan bangunan zaman kolonial. Hal itu yang membuat napi mudah merusak pintu tahanan.

“Jadi bangunannya bangunan zaman Belanda, jadi agar rapuh mungkin sehingga bisa dijebol,” ucap Akbar Hadi.

Selain itu, Akbar juga mengaku belum mengetahui bagaimana caranya para napi bisa membakar bloknya. Akbar pun menyebut pihaknya tengah melakukan penyelidikan.

“Belum tahu bagaimana, tapi sedang diselidiki,” ujar Akbar.#osk


Berikut kronologi kejadian kerusuhan itu.

 

Jumat, 25 Maret 2016

20.30

Penggeledahan atau razia narkoba dilakukan oleh BNNP Bengkulu di Rutan Bengkulu. Namun perlawanan dari napi terjadi dengan menjebol pintu tahanan dan membakar seluruh blok hunian, kecuali blok wanita.

Baca Juga:  Anggota DPRD Kota Palembang Ini Hadiri Workshop Internasional di Chiang Mai University (CMU), Thailand,

Pihak rutan langsung berkoordinasi dengan Polda, Polres Bengkulu dan pemadam kebakaran untuk melakukan pengamanan dan memadamkan api.

22.45

Situasi di Rutan Bengkulu berhasil dikendalikan. Pihak lapas memindahkan seluruh penghuni lapas ke LP Klas IIA Bentiring. Jumlah penghuni sebelum kejadian ada 259. Laporan terakhir tahanan yg berhasil dievakuasi ke LP Bengkulu di Bentiring berjumlah 252 orang, 1 dibon BNNP, 1 orang masuk RS dan 5 orang terbakar di kamar 7 Blok A. #kompas.com

Komentar Anda
Loading...