Kenalkan Aksara Jawi sebagai Warisan Budaya Nusantara di Sriwijaya Philately Exhibition 2026

11

Palembang,BP- Aksara Jawi diperkenalkan kepada masyarakat sebagai salah satu warisan budaya Nusantara dalam rangkaian Sriwijaya Philately Exhibition 2026 di Atrium Palembang Square Mall, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (11/9/2026).

Pengenalan Aksara Jawi dikemas dalam talkshow edukatif yang menghadirkan Leni Mastuti, M.Hum. dan Dr. Novita Wulandari, S.ST., M.Si. sebagai narasumber.

Leni Mastuti membawakan materi mengenai Aksara Jawi sebagai bagian dari warisan budaya Nusantara. Sementara Dr. Novita Wulandari membahas perkembangan serta implementasi Aksara Jawi dalam kehidupan masyarakat.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya untuk mengenalkan kembali Aksara Jawi kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Aksara Jawi tidak hanya dipandang sebagai peninggalan sejarah, tetapi juga sebagai kekayaan budaya yang masih dapat dipelajari, dikembangkan dan dimanfaatkan dalam konteks kekinian.

Baca Juga:  52 Kasus Narkotika Berhasil di Minggu I Desember 2020 Oleh Polda Sumsel dan Jajaran

Aksara Jawi merupakan sistem tulisan yang berkembang di kawasan Melayu dengan menggunakan huruf Arab yang telah disesuaikan untuk merepresentasikan bunyi dalam bahasa Melayu.

Dalam perjalanan sejarahnya, Aksara Jawi memiliki peran penting sebagai media penulisan dan penyebaran berbagai pengetahuan. Penggunaannya mencakup bidang keagamaan, kesusastraan, administrasi hingga komunikasi masyarakat di berbagai wilayah Nusantara.
Keberadaan Aksara Jawi juga menjadi bagian dari perjalanan intelektual dan kebudayaan masyarakat Melayu. Berbagai manuskrip, kitab, surat dan dokumen bersejarah ditulis menggunakan Aksara Jawi.
Karena itu, mempelajari Aksara Jawi tidak hanya berarti mengenal sebuah sistem tulisan, tetapi juga membuka jalan untuk memahami sumber-sumber sejarah dan kekayaan budaya yang diwariskan masyarakat Nusantara.

Baca Juga:  Tanah Telantar dalam Perspektif Hukum Adat

Sriwijaya Philately Exhibition 2026 resmi dibuka di Atrium Palembang Square Mall dan berlangsung pada 11–13 September 2026. Pameran filateli internasional tersebut dibuka oleh Menteri Kebudayaan RI sekaligus Ketua Umum Perkumpulan Filateli Indonesia (PFI), Fadli Zon, bersama Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru.

Mengusung semangat memperkenalkan sejarah dan kekayaan budaya Nusantara, pameran tersebut tidak hanya menghadirkan koleksi prangko, tetapi juga berbagai kegiatan edukatif dan kebudayaan.

Selain talkshow pengenalan Aksara Jawi, rangkaian acara diisi dengan bedah buku, talkshow pengenalan Bebaso Palembang, berbagai perlombaan, serta kegiatan edukatif lainnya.

Kegiatan juga mencakup pelantikan pengurus Filateli Kabupaten/Kota, pemberian penghargaan, serta kunjungan dan penampilan berbagai koleksi prangko dari sejumlah pihak.
Beragam agenda tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas komunitas filateli sekaligus menghadirkan ruang pembelajaran bagi masyarakat mengenai sejarah, budaya dan kekayaan Nusantara.

Baca Juga:  Atlet BIN Jadi Ratu Lari Indonesia di Ajang Dunia

Ketua Pelaksana Sriwijaya Philately Exhibition 2026, Affan Prapanca, menyampaikan apresiasi atas berbagai dukungan terhadap perkembangan filateli di Sumatera Selatan hingga pameran filateli internasional tersebut dapat terselenggara.

Melalui talkshow pengenalan Aksara Jawi, masyarakat diharapkan semakin mengenal keberagaman aksara tradisional Nusantara sekaligus memahami pentingnya pelestarian warisan budaya di tengah perkembangan teknologi dan perubahan zaman.

Kegiatan tersebut juga diharapkan dapat mendorong generasi muda untuk mengenali, mempelajari dan turut melestarikan Aksara Jawi sebagai bagian dari identitas serta kekayaan budaya Nusantara.#udi

 

Komentar Anda
Loading...