Kemarau, Produksi Kelapa Sawit Turun 40%
Palembang, BP
Produksi kelapa sawit di Sumatera Selatan mengalami penurunan sekitar 30-40 persen akibat musim kemarau panjang yang terjadi pada tahun 2015 lalu. Kepala Dinas Perkebunan Sumsel Fachrurrozi mengatakan, meski produksi turun, harganya masih bagus dan tidak terlalu rendah
“Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit sekarang ini Rp1.200 per kilogram,” ujarnya, Selasa (22/3). Saat ini Sumsel berkontibusi kurang lebih 10 persen terhadap total produksi sawit di seluruh Indonesia. Luas tanaman kelapa sawit seluruh Indonesia sekitar 11 juta hektar. Dari jumlah tersebut berada, satu juta hektar berada di Sumsel.
“Dari luasan itu, sekitar 40 persen milik masyarakat, sedangkan 60 persen lagi milik perusahaan. Tanaman kelapa sawit di Sumsel milik masyarakat bermacam-macam ada yang plasma, swadaya dan lainnya,” tuturnya.
Sementara itu, harga jual karet melalui lelang dengan cara berkelompok lebih tinggi dibandingkan dengan jual sendiri. Melalui lelang bisa mencapai Rp6.000 sampai Rp7.000 pe rkilogram, sementara jual sendiri hanya Rp4.000-Rp5.000 per kilogram.
Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPRD Sumsel Ridwan meminta Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin untuk mencarikan solusi atas melemahnya harga karet. Karet sebagai komoditi sebagian besar petani di Sumsel harganya memprihatinkan.“Ini menyebabkan daya beli masyarakat juga menurun dan banyak pedagang kecil yang gulung tikar,” ujarnya.
Luas tanaman karet di Sumsel saat ini sekitar 1,2 juta hectare, baik produktif maupun nonproduktif dan yang perlu diremajakan sekitar 200.000 hektar. Tahun ini Pemprov Sumsel belum bisa mengalokasikan anggaran untuk peremajaan karena keterbatasan APBD.
Pemprov berupaya mengusulkan peremajaan menggunakan APBN ke pemerintah pusat. Peremajaan tanaman karet satu hektarnya membutuhkan sekitar Rp5-6 juta untuk bibit, pupuk, dan racun rumput. #osk