Fenomena Jalur Independen Merambat ke Daerah

DISKUSI-Fokus Group Discussion Pakar-Pers, Independen Mania Vs Phobia Deparpolisasi diselenggarakan Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Sriwijaya (Unsri), Sabtu (19/3).
Palembang, BP
Fokus Group Discussion Pakar-Pers, Independen Mania Vs Phobia Deparpolisasi diselenggarakan Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Sriwijaya (Unsri), Sabtu (19/3).
Pengamat politik dari Fisip Unsri yang juga moderator acara Drs Joko Siswanto, Msi melihat dari majunya Gubernur DKI Jakarta Basuki Cahaya Purnama alias Ahok melalui jalur independen yang notabene berasal dari kaum minoritas menjadi fenomena baru yang bisa merambat ke daerah.
“Hal ini perlu dikritisi apakah parpol yang mengusung Ahok ini yang pendukungnya muslim apakah ini tidak menjadi masalah,” katanya. Tim Pemeriksa Daerah (TPD) Sumsel Dr Zulfikri Sulaeman menilai tidak masalah Ahok maju dalam Pilkada walaupun dalam memimpin Jakarta dia banyak cacat sosial.
Sedangkan Anggota KPU Sumsel Ahmad Naafi melihat dalam pencalonan Pilkada bisa melalui jalur partai politik dan independen dengan aturan yang sudah ditetapkan. “KPU sudah mengusulkan agar syarat dukungan dari 10 persen menjadi tiga persen sampai enam persen karena dukungan 10 persen itu sangat memberatkan,” katanya.
Pengamat politik Unsri Ardiyan Saptawan melihat gagalnya parpol menciptakan pemimpin karena tidak mau diatur secara organisasi oleh negara. “Apalagi sistem kader parpol tidak jalan,” katanya. Dia melihat kini parpol tidak peduli dengan aspirasi masyarakat dan fenomena independen karena reaksi parpol kurang peka dengan aspirasi masyarakat. “Akibatnya kemarin parpol kekurangan calon saat Pilkada,” katanya.
Ketua Bawaslu Sumsel Andika Pranata Jaya menilai perjuangan calon independen memang cukup berat dari calon independen. “Kami berikan hak yang sama calon independen dan dari jalur parpol,” katanya. Sedangkan Iklim Cahya, politisi dari Ogan Ilir (OI) melihat kehadiran calon independen adalah protes sikap parpol yang tidak demokratis. “Kita ingin calon independen dipertahankan karena ini bagus,” katanya sembari meminta penyelenggara Pemilu di tingkat bawah diperkuat.
Sedangkan Dekan Fisip Unsri Prof Kgs M Sobri mengatakan IKA Fisip Unsri mengajak semua pihak urun rembuk. “Kegiatan sudah berapa banyak dilaksanakan IKA Fisip ini. Kami memberikan penghargaan. Sebagai komponen FISIP Unsri menambah semarak wawasan ilmu. Oleh karena itu ke depan kita galakkan lagi memberi kontribusi kepada masyarakat, pemerintah, dan kita semuanya,” katanya.
Harapan sebagai wakil FISIP Unsri, agar FGD ini bisa memberikan wacana yang layak terhadap perkembangan politik, Pilkada yang diramaikan dengan fenomena independen calon kepala daerah.
“Benar-benar kita lihat ini berkembang secara alamiah dan menjadi jawaban dari kelemahan yang kita hadapi di dunia politik. Kekurangan partai politik. Oleh karena itu silakan berikan masukan untuk mengembangkan, membuat pola bagaimana calon independen ini menjadi alternatif melahirkan kepemimpinan,” ujar Sobri.#osk