Penurunan Harga BBM Pengaruhi Ekonomi

14

spbuPalembang, BP

Sektor industri sedikit lega dengan penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi. Taktis dari Februari hingga saat ini sudah sekitar tiga kali penurunan. Kondisi ini membuat sektor industri bisa sedikit bernapas lega, sehingga dapat mendongkrak pertumbuhan di sektor industri.

Analis Bank Indonesia Perwakilan Sumsel Dhika Arya Perdana mengatakan, penurunan harga BBM sedikit mempengaruhi terhadap perekonomian secara umum. Sehingga, dampak positif sudah pasti ada. Dampak langsung yang bisa dirasakan yakni inflasi yang turun untuk komoditas bahan bakar seperti solar yang tentunya banyak digunakan di sektor industri.

“Dengan turunnya BBM tersebut, akan dapat menurunkan biaya energi industri yang biasanya memang menggunakan bahan bakar nonsubsidi. Jadi pengusaha bisa dana lebih untuk digunakan sebagai perawatan yang lebih baik atau investasi lainnya,” katanya.

Baca Juga:  Steak Istimewa ala Aston Mulai Rp58 Ribu

Masalah utama yang membebani dunia usaha ialah biaya produksi, termasuk bahan baku impor yang kian mahal karena pelemahan rupiah serta biaya energi lantaran tarif bahan bakar dan dasar listrik terus naik. Karena itu, pemerintah didorong untuk menempuh langkah konkret untuk memberikan keringanan pada biaya energi.

Disinggung mengenai pengaruh terhadap target perekonomian, menurutnya, semua kebijakan saling mendukung perekonomian. Kalau iklim investasi dijaga, proyek-proyek infrastruktur selesai tepat waktu, nilai tukar rupiah juga stabil maka tidak akan sulit untuk mendongkrak ketertinggalan perekonomian dari tahun lalu. “Kami sendiri dari BI tetap optimis target pertumbuhan ekonomi akan sesuai dengan yang telah ditentukan,” katanya.

Baca Juga:  Prima Salam Kukuhkan APASS, Ajak Tertibkan Reklame

Ekonom Sumsel Yan Sulistio menyambut baik turunnya harga BBM non subsidi dari pemerintah. Penurunan harga BBM tersebut berdampak positif kepada pengendalian inflasi. “Penurunan harga BBM yang ini akan ada dampak bagus untuk kita bisa mengendalikan inflasi lebih jauh,” katanya.

Dia berpendapat, seharusnya dengan penurunan minyak dunia maka subsidi pemerintah terhadap BBM turun signifikan, diharapkan pemerintah dapat memanfaatkan situasi ini dengan menggeser pengeluaran subsidi BBM ke pengeluaran yang lebih produktif yaitu sesuai dengan agenda pemerintah untuk fokus pada pembangunan infrastruktur dan agenda lainnya.

Baca Juga:  Jajaran Pemimpin BNI Wilayah Palembang Layani Langsung Nasabah

“Dengan infrastruktur yang baik maka biaya atau ongkos produksi akan turun dan selanjutnya akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” katanya. Namun, meski harga BBM menurun, lanjut Yan, terdapat kekhawatiran lain dari adanya penyesuaian harga elpiji dan listrik. Penyesuaian harga tersebut bisa menyumbang kepada inflasi. Ia berharap, pemerintah segera melakukan kebijakan pengelolaan energi yang lebih struktural. “Kalau seandainya ada kebijakan administered prices yang dikeluarkan mungkin itu akan menekan inflasi, tapi itu secara struktural lebih baik,” katanya.#ren

Komentar Anda
Loading...