Ryan Yohwari Mundur dari Pelatnas
Palembang, BP
Ryan Yohwari, pebulutangkis dunia asal Sumsel menyatakan mundur dari Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) dalam rangka persiapan ASEAN Para Games (APG) 2017 di Malaysia.
Mundurnya Ryan, ditengarai karena dirinya akan fokus membina atlet disabilitas yang ada di Sumsel. Baik itu persiapan Peparnas di Jawa Barat 2016 maupun Perpaprov di Muara Enim 2017.
“Ya, saya menyatakan mundur dari Pelatnas. Otomatis kalau pelatnas, saya akan fokus latihan sedangkan saya tidak mau mengabaikan semangat para atlet disabilitas Sumsel saat ini yang berjuang untuk Peparnas dan Perpaprov,” urai pria yang juga Ketua Umum National Paralympyc Committee (NPC) Sumsel ini.
Sambung Ryan bahwa dirinya harus terus menyemangati para atlet disabilitas Sumsel dalam rangka menyambut Peparnas, multievent sekelas PON yang juga digelar ditempat yang sama di Jawa Barat September 2016.
“Mereka sebagian latihan di Jakabaring dan sebagian di Bandung. Kami memang sama kedudukannya dengan KONI sebagaimana keputusan Menpora RI tapi saat ini kami belum mendapat anggaran, dan terpaksa tak ada TC hanya TC berjalan bukan TC terpusat,” urainya.
Dirinya berharap mundurnya dari Pelatnas diharapkan tak memecah semangat para atlet disabilitas Sumsel yang juga diboyong di Pelatnas dan juga atlet nasional.
“Kita tahun lalu diminta tiga orang dengan menyumbang dua emas, satu perak dan empat perunggu untuk Indonesia di APG 2015 Singapura dan sekarang diminta delapan orang termasuk saya. Jadi mudah-mudahan dari tujuh orang berharap menyumbang tujuh emas nanti,” harapnya.
Saat ini sendiri dituturkan Ryan bahwa kekuatan atlet disabilitas Sumsel cukup menjadi perhatian pusat, apalagi sejak Jendy Pangabean mampu lolos di Paralympyc Rio de Jenairo 2016, satu-satunya dari Sumsel.
“Sumsel cukup berprestasi di atlet disabilitas, makanya pusat ingin atlet kita terus dilakukan pembinaan dengan segala keterbatasan yang ada,” jelasnya.
Bahkan, merogoh kocek pribadi sudah menjadi kebiasaan pengurus NPC baik itu Provinsi maupun kabupaten/kota karena keterbatasan anggaran yang ada.#sug