31.000 Perempuan Mengandung Teroris Cilik
London, BP
Antiekstremis dari Yayasan Qulliam memperkirakan ada 31.000 perempuan yang disebut sebagai pengantin ISIS tengah mengandung teroris cilik. Fakta ini terungkap kala mereka melakukan penelitian yang berhubungan dengan anak-anak di kawasan kekuasaan ISIS di Suriah.
“Jumlahnya sangat mengkhawatirkan. Mereka secara pasti akan dibesarkan sebagai generasi baru yang haus akan darah. Ini tidak bisa dibiarkan. Mereka harus diselamatkan,” cetus Nikita Malik, peneliti senior dari yayasan anti teroris yang berbasis di London, dikutip dari Mirror, Kamis (10/3).
Nikita menerangkan, kondisi ini sangat memprihatinkan. Sejak kecil, mereka didoktrin dengan konsep-konsep jihad yang menyimpang, diajarkan mengangkat senjata, merakit bom, melakukan eksekusi atau menjadi algojo dan berperang dengan alasan-alasan agama yang salah.
“Anak laki-laki akan diajarkan seperti itu. Sementara para perempuan, yang disebut mutiara para khalifah’ hidup terselubung, tersembunyi dan selalu tinggal di rumah. Mereka dibesarkan semata untuk tahu cara merawat suami mereka kelak,” tukasnya dilansir dari okezone.
Presiden Yayasan Qulliam, Noman Benotman menyebut situasi ini sebagai keadaan genting dan paling berat di muka bumi saat ini.
“Anak-anak adalah generasi kunci bagi masa depan. Jika mereka sudah dicuci otak oleh ISIS sejak lahir, meningkatkan pelatihan militer di sekolah-sekolah mereka. Maka anak-anak itu hanya akan tumbuh besar menjadi pribadi yang tidak sensitif terhadap kekerasan dan belajar jadi pembunuh yang haus akan darah,” pungkasnya.
22 Ribu Orang Siap Gabung
Sementara itu Otoritas Keamanan Inggris mendapatkan kiriman bocoran dokumen berisi 22 ribu nama calon-calon anggota ISIS yang berasal dari 51 negara. Puluhan ribu orang itu diduga akan menjadi bagian dari serangan teror di Eropa.
Dalam daftar tersebut terungkap ISIS merekrut militan dari seluruh dunia termasuk Inggris Raya dan Eropa, Amerika Serikat (AS), Kanada, Afrika Utara, dan Timur Tengah. Menurut laman Zaman Al Wasl, mayoritas anggota ISIS berasal dari negara-negara Arab.
Negara-negara Arab penyumbang anggota ISIS terbanyak, di antaranya Arab Saudi, Tunisia, Maroko, dan Mesir. Dari negara-negara tersebut ISIS memperoleh 2/3 dari total 22 ribu orang. Hampir 25 persen anggota ISIS diyakini berasal dari Arab Saudi. Sedangkan untuk rekrutan luar negeri, Turki dan Prancis menjadi penyumbang terbanyak.
Seperti diwartakan Russia Today, Kamis (10/3), hanya sekira 1,7 persen rekrutan ISIS berasal dari Suriah dan 1,2 persen asal Irak. Dalam formulir tersebut, para calon harus menuliskan nama orang yang merekomendasikan mereka bergabung dengan ISIS. Para calon anggota baru itu harus menuliskan semacam riwayat hidup atau curriculum vitae.
Para calon anggota baru itu harus menuliskan pengalaman mereka di medan pertempuran, alamat rumah, negara-negara yang pernah dikunjungi, nomor kontak pribadi, dan sejauh mana mengerti hukum Syariah dalam riwayat hidup mereka.
Para pelamar itu juga harus menuliskan posisi favorit mereka sebagai anggota ISIS seperti menjadi pasukan biasa atau pengantin bom bunuh diri serta menuliskan keahlian spesial mereka.#rda