Karhutla 2016 Diprediksi Takkan Sebesar di 2015

Palembang, BP
Guru besar dari Institut Pertanian Bogor yang juga pengamat kebakaran hutan dan lahan, Prof Dr Bambang Hero Saharjo, MAgr, mengatakan berdasarkan informasi terakhir telah terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sejak Januari 2016 di Kalimantan Timur, Riau, Aceh, Sumatera Utara.
“Di Riau malah ada dua kabupaten yang sudah mendeklarasikan diri untuk siaga bencana karena sejak Januari -Februari kebakaran terjadi di beberapa lokasi dan bahkan meluas sampai sekitar 50 hektar,” katanya usai acara workshop karhutla di Hotel Aston Palembang, Sabtu (5/3).
Untuk prediksi karhutla tahun ini dia menilai sampai April atau Mei tidak sebesar dan sedahsyat 2015, hanya setelah itu pihaknya belum tahu.
“Meskipun ada yang mengatakan 2016 termasuk periode tahun panas. Kita harapkan prediksi itu tidak terjadi, kalau itu terjadi kita sudah antisipasi sejak awal, seperti disarankan Presiden Jokowi tidak mau lagi melihat asap di 2016 dan ini tentu tanggung jawab semua pihak,” katanya.
Selain itu Bambang memastikan kalau tahun ini ada 10 kasus karhutlayang akan digugat oleh pihak Kementrian Lingkungan Hidup.
“Itu terhadap kasus-kasus yang sudah diproses. Untuk Sumatera dan Kalimantan. Karena berdasarkan yang saya ikuti di Sumatera, itu salah satunya di Sumsel. Kalau di Kalimantan ada. Di Kalimantan Barat dan di Kalimantan Tengah. Untuk Sumatera selain Sumsel ada juga Jambi dan Riau. Jadi kasusnya diambil 10 kasus. Saya tidak bisa menyebutkan nama itu, nanti didahului,” katanya.
Untuk kasus karhutla, dari 10 kasus ini Sumsel memiliki beberapa kasus karhutla yang tahun ini akan digugat oleh Kementrian Lingkungan Hidup.
“Untuk Sumsel saya tidak hapal, salah satu ada satu yang besar yang (lahan terbakarnya0 hampir 2.000 hektar,” katanya.
Pihaknya mengharapkan para jurnalis hadir dalam persidangan kasus ini berperan mengontrol penegakan hukum kasus karhutla dan ini sama dilakukan provinsi lain seperti Riau.