Sumsel Provinsi Pertama Deklarasikan Gerakan Karhutla

Palembang, BP
Staf Khusus Gubernur Sumatera Selatan Bidang perubahan iklim Najib Asmani mengatakan, Provinsi Sumsel merupakan provinsi pertama yang mendeklarasikan gerakan pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Deklarasi akan dilakukan tanggal 7 Maret 2016 di Griya Agung Palembang oleh Gubernur Sumsel.
“Acara tersebut juga dihadiri Menteri Lingkungan Hidup,” kata Najib saat membuka workshop karhutla di Hotel Aston Palembang, Sabtu (5/3). Workshop yang digagas dan diselenggarakan Mongabay bekerja sama dengan Pemprov Sumsel ini diikuti 60 wartawan media cetak, elektronik, dan online di Sumsel.
Apalagi, lanjut Asmani, penanganan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Sumsel telah diubah dari aksi setelah ada kejadian namun dideteksi sejak dini di mana dibagi dalam tiga gugus tugas yaitu gugus pemberdayaan masyarakat desa peduli api.
“Jadi kita akan membentuk satu institusi desa namanya Desa Peduli Api, apakah melalui koperasi atau melalui institusi lain dan meminta masyarakat supaya berpartisipasi dalam peduli api ini bahwa masyarakat kalau ada kebakaran tidak peduli dan ditengarai ada beberapa masyarakat membuka lahan dengan cara membakar,” katanya.
Gugus kedua adalah penegakan hukum diawali dengan evaluasi sarana dan prasarana dan SDM dari perusahaan sekitar lahan gambut dan peduli asap dengan pergerakan siaga darurat yang pihaknya siap jika ada informasi dari satelit dimana gerakan ini dipimpin oleh Gubernur Sumsel dan wakil koordinator dari Pangdam II Sriwijaya dan Kapolda Sumsel.
“Kita simultan berkerjanya dan serentak,” katanya.
Pihaknya mengajak perusahaan sekitar lokasi kebakaran untuk mengajak masyarakat untuk membina masyarakat dalam penanganan kebakaran hutan dan sekitar.
“Proses hukum perusahaan yang melakukan kebakaran hutan dan lahan kita serahkan kepada aparat hukum , dan menurut Menkopolhukam RI perusahaan yang lahannya mengalami kebakaran maka izinnya akan dicabut, dari lahan yang terbakar kemarin statusquo menunggu tim apakah lahan tersebut dikembalikan untuk restorasi, apakah untuk sosial ekonomi ataukah untuk dimanfaatkan perusahaan,” katanya.
Sedangkan lokasi terbakar tahun 2015 lalu di Sumsel ada 736 ribu hektar paling banyak di OKI, Muba, dan Banyuasin.
“Kami sudah memiliki 118 desa peduli api dari empat kabupaten yaitu OKI 55 desa , Muba 22 desa, OI 14 desa, dan Banyuasin 21 desa ,” katanya.#osk