Museum Negeri  Sumsel Hidupkan Kembali Permainan  Cuki

0
Upaya menghidupkan kembali permainan tradisional khas Sumatera Selatan terus dilakukan. UPTD Museum Negeri Sumatera Selatan Balaputra Dewa menggelar Workshop Permainan Cuki: Reaktualisasi Cuki, Memperkuat Jati Diri Budaya Sumatera Selatan, Selasa (29/9/2026).(BP/udi

Palenbang,BP- Upaya menghidupkan kembali permainan tradisional khas Sumatera Selatan terus dilakukan. UPTD Museum Negeri Sumatera Selatan Balaputra Dewa menggelar Workshop Permainan Cuki: Reaktualisasi Cuki, Memperkuat Jati Diri Budaya Sumatera Selatan, Selasa (29/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah pelestarian budaya untuk mengenalkan kembali Cuki kepada masyarakat, khususnya generasi muda, agar warisan permainan tradisional yang pernah berkembang di lingkungan bangsawan Palembang tidak hilang ditelan perkembangan zaman.
Kepala UPTD Museum Negeri Sumatera Selatan Balaputra Dewa, Anang Purnomo Kurniawan, S.T., M.Kom, mewakili Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan, membuka kegiatan tersebut.
Workshop ini didukung melalui anggaran DAK Nonfisik BOP-MTB Tahun 2026 Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Sumatera Selatan.
Melalui kegiatan tersebut, museum tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan koleksi, tetapi diarahkan menjadi living museum atau museum hidup yang menghadirkan pengalaman budaya secara langsung kepada masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, pelestari permainan Cuki, Kemas Muhammad Yunus, memaparkan sejarah dan nilai budaya permainan tersebut melalui materi berjudul “Permainan Cuki: Cuki Warisan Kearifan Lokal”.
Menurutnya, Cuki bukan sekadar permainan papan, tetapi memiliki nilai filosofi yang berkaitan dengan strategi, ketelitian, kesabaran, dan kemampuan membaca langkah lawan.
Cuki dipercaya telah berkembang dalam lingkungan budaya Palembang sejak masa Kesultanan Palembang Darussalam. Permainan ini menggunakan papan khusus, biji permainan, dadu (pare), cawan, serta penanda pemain.
Beberapa artefak Cuki juga menjadi koleksi museum, termasuk temuan buah Cuki berbahan batu yang ditemukan di kawasan Sungai Musi dan kini tersimpan di Museum Negeri Sumatera Selatan Balaputra Dewa serta Museum Kota Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang.
Workshop tersebut juga menghadirkan Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jayo Wikramo Raden Muhammad Fauwaz Diradja, S.H., M.Kn, yang membahas sejarah, strategi permainan, hingga peluang revitalisasi Cuki melalui teknologi digital.
Selain itu, pelestari Cuki lainnya, Achmad Hidayat, turut memberikan pemahaman mengenai upaya menjaga keberlangsungan permainan tradisional tersebut.
Salah satu langkah modernisasi Cuki dilakukan melalui pengembangan aplikasi digital GO CUKI oleh mahasiswa kreatif Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri). Inovasi tersebut diharapkan membuat Cuki tidak hanya dikenal sebagai permainan tradisional, tetapi juga dapat menjadi media edukasi digital.
Ketua Panitia Pelaksana, Amarullah, S.H, mengatakan antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut meningkat dibandingkan sebelumnya.
Ia menyebut, pada tahun 2025 permainan Cuki menghadapi tantangan karena masih minim dikenal masyarakat. Namun pada 2026, pendaftaran workshop yang dibuka pada 4–14 September 2026 berhasil memenuhi kuota sebanyak 130 peserta.
Peserta berasal dari berbagai kalangan, mulai dari guru, pelajar, mahasiswa, instansi pemerintah, hingga komunitas budaya.#udi
Baca Juga:  Drummer Kunto Serahkan Sertifikat Untuk BP Group
Komentar Anda
Loading...