Tambahan 10.000 Kuota Haji Batal
#Menag Tagih Janji Raja Salman
Palembang, BP
Pembatasan jemaah haji oleh Pemerintah Arab Saudi masih berlaku hingga tahun ini dengan alasan belum rampungnya renovasi perluasan Masjidil Haram. Hal tersebut berimbas pada terancam batalnya rencana penambahan 10.000 kuota haji asal Indonesia tahun ini.
Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin menyesalkan sikap pemerintah Saudi tersebut. Padahal, Indonesia dijanjikan mendapat tambahan kuota jemaah pada tahun ini yang disampaikan langsung Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz kepada Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu.
“Kuota haji tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun lalu. Pada 9 Maret nanti saya ke Mekkah mau tagih janji Raja Salman,” ungkap Lukman usai menghadiri Rakorwil Kanwil Kemenag Sumsel di Hotel Ultima Horison Palembang, Jumat (4/3).
Jika usahanya itu gagal, kata dia, maka kuota haji Indonesia tahun 2016 masih dipotong 20 persen atau total yang berangkat sebanyak 168.800 jemaah. Dengan demikian, pembagian setiap provinsi juga tidak mengalami perubahan.
“Kuota jemaah haji Sumsel sebanyak 5.040 orang. Sebelumnya kuota Sumsel 6.300 orang jemaah. Tapi akibat pemotongan kuota 20 persen menjadi segitu,” ujarnya.
Menag menambahkan, tahun ini pihaknya akan memaksimalkan pelayanan haji. Diantaranya penambahan jatah makan dari 15 kali menjadi 24 kali, atau dua kali sehari. Ada juga pemasangan gelang khusus yang terkoneksi Global Positioning System (GPS) bagi jemaah lanjut usia, untuk menekan jumlah jemaah yang tersesat di Tanah Suci.
Pihaknya pun akan meningkatkan fasilitas pemondokan baik di Mekkah maupun di Madinah. Pemondokan yang disiapkan ada yang dekat yakni dibawah 2 km dari Masjidil Haram ataupun melebihi dari jarak tersebut. Namun pihaknya memastikan untuk pemondokan yang jaraknya lebih dari 2 km disediakan bis shalawat yang mengantarkan jemaah ke Masjidil Haram.
Untuk katering diupayakan peningkatan kualitas karena merupakan salah satu fokus Kemenag RI untuk para jemaah haji asal Indonesia. “Katering menjadi salah satu variable penilaian kepuasan layanan haji yang mendapat nilai rendah dari jamaah. Yang kami upayakan, katering sesuai dengan lidah masyarakat Indonesia,” jelasnya.
Keberangkatan jemaah haji asal Indonesia mulai dilakukan pada 9 Agustus 2016 mendatang. Kemudian pada 10 September wukuf di Arafah dan 11 September berlangsung Hari Raya Idul Adha 1437 Hijriyah.
Lalu 17 September adalah waktu awal pemulangan jemaah haji gelombang I dari Mekkah melalui Bandara King Abdul Aziz Internasional Jeddah ke Tanah Air. Lalu pada 14 Oktober menjadi akhir kedatangan jemaah haji gelombang II dari Madinah ke Tanah Air.
Diketahui, masa operasional pemberangkatan dan pemulangan selama 27 hari. Untuk gelombang I selama 13 hari dan gelombang II selama 14 hari. Masa tinggal jemaah haji di Arab Saudi selama 39 hari. #idz