Bulan Ini Sumsel Diprediksi Masih Dibayang Deflasi
Palembang, BPBadan Pusat Statistik (BPS) Sumsel mencatat, pada Februari Provinsi Sumatera Selatan mengalami deflasi sebesar -0,14 persen, rendahnya daya beli serta kurangnya uang yang beredar di masyarakat karena cenderung masih menyimpan uangnya di bank ditengarai menjadi alasan terjadinya deflasi.
Ekonom Sumsel Sulbahri Madjir mengatakan, masyarakat menyimpan uangnya di bank kemungkinan disebabkan oleh tingkat suku bunga yang tinggi karena dapat memberikan keuntungan. Dengan demikian persediaan uang yang ada di masyarakat semakin berkurang.
“Jika persediaan uang lebih sedikit bila dibandingkan dengan jumlah barang maka akan dapat menimbulkan deflasi,” katanya, baru-baru ini.
Kemudian, masyarakat juga saat ini cendurung untuk menahan diri dalam membelanjakan uangnya. “Harga barang yang cenderung masih cukup tinggi dapat menjadi alasan tepat mengapa masyarakat masih rendah dalam membelanjakan uang,” katanya.
Di sisi lain, pemberian suku bunga deposito yang cukup besar oleh perbakan juga memiliki arti positif untuk perekonomian. Salah satunya adalah agar dana di dalam negeri jangan sampai keluar (capital outflow). “Jadi initinya masalah sebenarnya ada pada daya beli masyarakat,” jelasnya.
Dia mengatakan, secara umum pengaruh deflasi pada perekonomian yaitu dapat menyebabkan menurunnya persediaan uang di masyarakat dan akan menyebabkan depresi besar dan juga akan membuat pasar Investasi akan mengalami kekacauan.
Kemudian, memperlambat aktivitas ekonomi dikarenakan harga barang mengalami penurunan, konsumen memiliki kemampuan untuk menunda belanja mereka lebih lama lagi dengan harapan harga barang akan turun lebih jauh. “Akibatnya aktivitas ekonomi akan melambat dan memberikan pengaruh pada spiral deflasi (deflationary spiral),” katanya. #ren