2016, Dinkes Tekankan Pembinaan Kesehatan JCH

24

022115500_1444301228-jemaah_hajiPalembang, BP
Pada 2016, Dinas Kesehatan (Dinkes) Palembang akan lebih menekankan pembinaan kepada jamaah calon haji (JCH) dalam melakukan tahapan pemeriksaan kesehatan haji. Tahapan pemeriksaan kesehatan haji sudah dimulai sejak 11 Februari 2016 di lima puskesmas yang ditunjuk.

“Saat ini, kita punya indikator penilaian kesehatan yang berdasarkan tingkat keberhasilan pembinaan di tahap pertama pemeriksaan haji. Misal, JCH yang hipertensi kita bina soal obat atau makanan yang harus dikonsumsi, dengan begitu pada pemeriksaan kedua hipertensinya bisa berkurang dan ada progresnya,” ungkap Kepala Dinkes Kota Palembang Anton Suwindro melalui Kabid Pengendali Masalah Kesehatan Afrimelda, Selasa (1/3).

Baca Juga:  KJRI Jeddah Minta Jemaah Haji Indonesia Tak Bawa Jimat

Disebutkannya, lima puskesmas yang ditunjuk antara lain, Puskesmas Merdeka, Dempo, Sekip, Sematang Borang, dan Puskesmas Pembina. Selain itu, Dinkes juga menggelar tes kebugaran sesuai jadwal puskesmas masing-masing. Para JCH akan diajak mengelilingi Kambang Iwak untuk menilai kemampuan fisiknya untuk persiapan melakukan thawaf.

“Pembinaan juga dilakukan di tes ini, kalau ada JCH yang kelelahan karena berkeliling cepat bisa kita imbau agar pelan saja ketika thawaf sesungguhnya.  Jika  diketahui ada yang benar-benar tidak kuat, bisa dibantu pendampingan,” terangnya.

Baca Juga:  Banyak Jemaah Haji Indonesia Kehilangan Sandal

Pihaknya berharap JCH bisa membawa sendiri obat yang biasa dikonsumsi. Dengan begitu, saat sakit yang tidak parah tidak harus antre dokter. Masker juga harus dipersiapkan untuk pencegahan sakit.

“Ibadah haji ini membutuhkan fisik yang kuat. Karenanya, JCH harus siapkan kesehatan  sebelum berangkat sampai pulang,” imbuh Afri.

Peran aktif KBIH (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji) dalam pembinaan terkait kesehatan haji, kata dia, juga sangat dibutuhkan. Pihaknya bahkan menawarkan diri untuk memberikan materi kesehatan dalam kegiatan manasik haji di KBIH. Mengingat JCH risiko tinggi (risti) bisa dari pra lansia yakni usia 49 tahun ke atas.

Baca Juga:  Phobia Hewan yang Paling Umum Dialami Banyak Orang

“Kita perlu bina kesehatan dengan porsi yang lebih besar sebagai bentuk antisipasi,”ujarnya.

Sementara, Kepala Kemenag Kota Palembang M Alfajri Zabidi sebelumnya mengatakan, setiap tahun selalu dilakukan sistem terpadu dalam pelaksanaan ibadah haji. Setiap tahun juga selalu dilakukan evaluasi untuk pelayanannya, mulai dari penerbangan, penempatan hotel, termasuk kesehatan.

“Jumlah JCH dari Sumsel pada tahun ini sebanyak 5.040 jiwa. Dari total tersebut, sekitar 3.000 orang merupakan JCH asal dari Palembang,” singkatnya. #dil

Komentar Anda
Loading...