Guru Muba Gelar Aksi Damai
Sekayu, BP
Ratusan guru sertifikasi yang tunjangan daerahnya dihapuskan atau ditunda versi Plt Bupati Muba, menggelar aksi damai dengan mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Muba. Kedatangan sejumlah guru tersebut untuk meminta kejelasan atas nasib mereka yang tunjangannya terancam hilang.
Dari pantauan di gedung DPRD Muba, sejumlah guru dengan mengenakan pakaian KORPRI datang memenuhi halaman parkir gedung DPRD Muba pada pagi sekitar pukul 10.00 wib, Selasa kemarin. Kedatangan mereka tersebut dengan membawa banyak unek-unek yang ingin disampaikan kepada wakil rakyat, mengenai tunjangan daerah yang dihapuskan.
Pada aksi damai tersebut ratusan guru langsung disambut oleh Komisi I yang menangani bidang pendidikan. Mereka langsung berdiskusi mengenai permasalahan, tunjangan guru yang dihapuskan dengan Ketua Komisi I Dear Fauzi Azim
Koordinator aksi damai, Zulkifli, mengatakan datangnya sejumlah PNS guru yang sertifikasi pada hari ini di DPRD Muba, untuk mengadukan nasib para guru sertifikasi yang tunjangan daerahnya dihapuskan. Kedatangan ini bukan untuk berdemo melainkan, ingin menyampaikan aspirasi kami kepada wakil rakyat.
“Kami datang pada hari ini bukan untuk berdemo, tetapi untuk menyampaikan suara kami para guru sertifikasi yang tunjagan daerahnya dilakukan pemotongan. Oleh karena itu, kami harapkan dengan bertemu sejumlah anggota dewan dapat memberikan arahan yang jelas kepada kami,” kata Zulkifli, ketika dibincangi, Selasa (1/3).
Dijelaskan, ketua ikatan guru olahraga Muba ini bahwa sertifikasi merupakan hal yang didapatkan tidak dengan mudah. Perlu kerja keras untuk mendapatkan sertifikasi, bahkan ada guru sampai sakit untuk memperjuangkan sertifikasi ini dan ini bukan hadiah yang dibagi-bagikan begitu saja.
“Sertifikasi yang kami dapatkan ini tidak mudah mendapatkannya, butuh perjuangan tenaga, waktu dan uang untuk keperluan sertifikasi ini. Oleh karena itu kami berharap tunjangan daerah milik guru tidak dihapuskan, karena kebutuhan sehari-hari seperti makan dan minum sekarang ini sangat mahal,” harapnya.
Sementara itu, Ketua Komisi I, Dear Fauzi Azim, mengatakan menerima aspirasi lewat kedatangan sejumlah guru. “Semua aspirasi yang mereka sampaikan kita tampung dan akan kita rapatkan untuk membahasanya. Aspirasi sejumlah guru yang ada, sudah kita terima semua. Untuk itu kita akan mengadakan rapat dan pembahasan mengenai permasalahan ini di rapat banggar,” ungkapnya.#arf