Penanggulangan Bencana Belajar dari Fenomena Alam
Martapura, BP
Bupati OKU Timur H M Kholid Mawardi, Selasa (1/3), pada acara coffee morning yang digelar Polres mengatakan, untuk penanggulangan bencana kebakaran maupun asap seharusnya belajar dari fenomena alam dan sistem iklim di Indonesia. Karena dengan cara ini akan diketahui langkah-langkah penanggulangan maupun antisipasi.
OKU Timur daerah yang rawan dengan angin puting beliung karena daerah ini dihadang cekungan bukit barisan.”Daerah kita memang rawan dengan ancaman angin kencang,” ujarnya.
Pemkkab OKUT akan mempersiapkan diri dengan dukungan peralatan yang wajar. “Namun demikian SDMnya juga harus siap karena itu seluruh komponen harus disiapkan secara maksimal,” ujarnya.
Sementara Sekda OKU Timur Idhamto menambahkan, Pemkab sudah membentuk tim reaksi cepat penanggulangan bencana asap. Akan dilakukan apel bersama dan pembinaan terhadap perusahaan-perusahaan perkebunan. “Kita melakukan berbagai langkah antisipasi sejak dini agar OKU Timur tidak terkena bencana asap,” katanya.
Kapolres OKU Timur AKPB Saut P Sinaga mengatakan, pergeseran kebiasaan saat ini selalu berpikir bagaimana caranya membuka hutan. Ada beberapa cara pembukaan hutan, ada cara penambangan dan ada pembakaran. “Saya mengajak seluruh masyarakat untuk sama-sama menjaga lingkungan kita dengan tidak membakar lahan,” ungkapnya.
Sementara Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Martapura Suhartoyo menjelaskan, jaksa tidak bisa berbuat apa-apa jika perkara tidak ada yang diajukan ke JPU. Pemerintah tidak bisa serta merta memberikan izin pembakaran lahan jika itu memang membahayakan. “Ini perlu kita perhatikan dan jangan gampang mengeluarkan izin untuk pembukaan lahan dengan sistim pembakaran,” ujarnya. #Cr1