PIN Polio Serentak Se-Indonesia

16

681.000 Sasaran Balita se-Sumsel

20110924081612286Palembang, BP
Kementerian Kesehatan RI secara serentak menyelenggarakan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) untuk penyakit polio pada 8-15 Maret mendatang. Menurut data Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, terdapat 681.000 bayi bawah umur lima tahun (balita) yang menjadi sasaran PIN kali ini.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel Dra Lesty Nuraini Apt MKes menuturkan, pihaknya telah melakukan sosialisasi PIN ini kepada Dinkes kabupaten/kota yang akan meneruskan sosialisasi kepada puskesmas-puskesmas dibawahnya.

PIN polio kali ini, ujarnya, tidak lagi menggunakan vaksin tetes, melainkan diganti dengan vaksin injeksi atau suntik. Vaksin injeksi diyakini lebih aman dalam pencegahan polio dibandingkan vaksin tetes.
“Puskesmas sosialisasi dan mempersiapkan penyelenggaraan rangkaian kegiatan PIN pada posyandu di lingkungannya. Nanti masyarakat cukup mendatangi posyandu terdekat untuk mendapatkan imunisasi bagi anak-anak usia 0-59 bulan,” tuturnya, Senin (29/2).

Baca Juga:  DKI 76 Kasus, Sebaran Covid-19 di Indonesia Hari Ini 181 Kasus

Rangkaian kegiatannya yakni, 8-15 Maret akan dilakukan pemberian vaksin secara nasional, termasuk di Sumsel sebagai komitmen untuk Eradikasi Polio Global di 2020.

Selanjutnya pada April 2016, dilakukan penggantian jenis vaksin trivalent oral polio vaccine (tOPV) ke bivalent oral polio vaccine (bOPV) artinya mengganti jenis vaksin polio dari tiga tipe virus ke dua tipe virus.

Kemudian pada Juli 2016, dilakukan introduksi jenis vaksin Inactivated Polio Vaccine (IPV) atau vaksin dengan virus inaktif yang diberikan melalui suntikan kepada bayi usia empat bulan.

Baca Juga:  KPU Sumsel Tunjuk RSMH Palembang , Periksa Kesehatan Bacakada di Sumsel

“Seluruh pemerintah daerah terus melakukan sosialisasi dan kesiapan sarana agar petugas PIN mampu menjangkau daerah-daerah yang terpencil,” tuturnya.

Dukungan pemerintah pusat melalui Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel dalam kegiatan tersebut antara lain penyediaan pedoman, media komunikasi, informasi dan edukasi (KIE), vaksin, 80 persen logistik ADS dan safety box. Juga ada dukungan untuk kegiatan advokasi, sosialisasi dan pelatihan secara berjenjang.

Pemerintah pusat telah mencanangkan Indonesia bebas polio sejak 2014 lalu. Sehingga 2020 nanti sudah tidak ada lagi pengidap polio di Indonesia.

“Pemprov Sumsel pun memastikan anak-anak terlindung dari polio. Sejak lahir anak-anak sudah mendapat imunisasi di posyandu sebanyak empat dosis untuk polio. Imunisasi ini wajib diberikan pada anak dan merupakan hak anak. Tidak boleh ada orangtua yang melarang sang anak mendapat vaksin. Bahkan, orang lain pun tidak boleh menghalang-halangi anak diimunisasi,” katanya.

Baca Juga:  Monitoring Vaksinasi di OKI, Ketua DPRD Sumsel Ingatkan Percepatan Vaksin Anak

Dana penyelenggaraan PIN ini bersumber dari APBN melalui biaya operasional kesehatan (BOK) yang setiap tahun dikucurkan ke puskesmas dan posyandu yang ada di Indonesia. Besarannya tergantung dari jumlah kader, pos PIN, dan petugas kesehatan.

Di Sumsel ada 333 unit puskesmas dan lebih dari 7.000 unit posyandu yang melayani imunisasi. Pihaknya berharap semua orang tua yang memiliki anak usia 0-59 bulan di Sumsel bisa membawa anaknya ke posyandu dan puskesmas untuk diberi imunisasi lengkap. #idz

Komentar Anda
Loading...