Awas, Gangguan Nyeri, Picu Nyeri Kronis!

17

IMG_20160227_105945Palembang, BP
Semakin besarnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi pada era globalisasi dan menghadapi banyaknya kondisi penyakit yang ada maka diperlukan adanya kualitas dan kuantitas SDM yang matang dan profesional terutama para praktisi fisioterapis.

Maraknya kasus tentang gangguan nyeri muskuloskeletal misalnya yang kemudian perlu memerlukan treatment khusus untuk para fisioterapis dalam menangani kasus ini.

Extracorporeal Shock Wafe Therapy (ESWT) merupakan terapi non invasif dan non operatif dengan menggunakan transmisi gelombang kejut atau shock wafe bertekanan tinggi yang dipancarkan dari luar tubuh untuk mengatasi rasa nyeri atau peradangan di sekitar persendian.

Baca Juga:  Bedah Kekuatan Dua Raksasa Eropa, Prancis VS Jerman

“ESWT ini semacam treatmen baru, dan alatnya pun masih minim di Indonesia. Artinya, kadang masyarakat itu mengesampingkan rasa nyeri, jika ini tak difisioterapi maka fatalnya akan timbul nyeri kronis yang berkepanjangan,” ujar. dr Heru Purbo Kuanto dalam seminar kesehatan di meeting room Klinik Ivan Group Palembang, Santu (27/2).

Sambung dr Heru, nyeri itu sendiri disebabkan karena adanya pengapuran di sekitar sendi atau peradangan pada jaringan pengikat antara otot dan tulang (tendonitis).

Penatalaksanaan dari ESWT ini sendiri dimulai dengan tahapan observasi dan rontgen pada titik di dalam sendi nyeri. Kemudian peentuan intensitas, pemberian shock wafe pada sendi sekitar 15-10 menit.

Baca Juga:  RQ Payaraman Melaju ke Liga Santri Nasional

“Sementara terapi ESWT ini baru ada satu di Palembang. Dan ini merupakan alat baru yang kalau di luar negeri itu sudah banyak dipakai,” terangnya.

Bagi pemula, umumnya terapi ini akan menimbulkan sakit pada area kulit yang terpapar transmisi shock wave, akan tetapi ini tak berlangsung lam.

Ini bentuk kelainan pada alat gerak. Dan kadang ini dipicu oleh aktivitas kerja sehingga memicu terjadi beban yang bberdampak pada sistem saraf pada pembuluh darah.

Baca Juga:  PSSI Sumsel Jaring Pemain Muda

Contoh bahu dan lehet, nyteri bbahiu bisa dari kelainan alat gerak sendiri, misla peradangan otot atau trouma.

Sementara itu, Direktur Klinik Ivan Grup Palembang Ivan Aditya Rahardian, S.Ft mengatakan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir untuk teraphi ini karena tidak merogoh kantong cukup dalam.

Pasalnya, ini treatmen ini maksimal hanya membutuhkan waktu dua hari dalam terapinya dengan sistem rawat jalan.

“Ini terbososan kami, dan alat ini pertama di Palembang. Dan masyarakat bisa melakukan terapi ini hanya ratusan ribu,” pungkas Ivan. #sug

Komentar Anda
Loading...