Dinamit Meledak, Warga Condong Ketakutan
# Datangi PT Sumatera
Martapura, BP
Warga Desa Condong, Kecamatan Jayapura, Kamis (25/2) sekitar pukul 13.30, melakukan unjuk rasa di PT Sumatera yang meledakkan bahan peledak sejenis dinamit, warga di area peledakan merasa ketakutan.
Karena merasa terganggu dengan dentuman ledakan dinamit itu, akhirnya warga menyetop dan membawa peralatan milik PT tersebut ke Polres OKU Timur pada, Kamis (25/2) sekitar pukul17.30.
Warga sekitar merasa khawatir akan pengaruh ledakan dinamit yang dilakukan PT Sumatera. Apalagi lokasinya tidak jauh dari desa tersebut. Setelah mendatangi Polres OKU Timur warga langsung menuju Pemkab OKU Timur.
Kedatangan warga sendiri diterima oleh Asisten I Setda OKU Timur Mgs Habibullah. Menurut Habibullah, pihaknya sudah menerima warga yang demo, yang sebelumnya sudah ke Polres OKU Timur.
Saat ini katanya, peralatan milik PT Sumatera yang dibawa masyarakat berupa dua truk dan alat berat sudah dititipkan di markas Satpol PP Pemkab OKU Timur. Setelah itu warga langsung disuruh pulang.
“ kita harus mendengar dulu keterangan dari pihak perusahaan. Jadi selesai, shalat Jumat kita kumpulkan, jadi kita minta perwakilan perusahaan dan juga perwakilan warga ada untuk menyelesaikan masalah ini,”katanya.
Sementara usai shalat Jumat di masjid pemda, Bupati OKU Timur HM Kholid MD saat ditemui, Jumat (26/2) mengatakan, nanti perizinan di masjid Pemda tersebut akan dilihat dulu seperti apa.
Selain itu, akan dicek seperti apa izinnya di kantor perizinan. Karena kata kholid dirinya belum tahu masalahnya seperti apa.
“Dilihat apakah ada aturan yang dilangga, kalau ada dilakukan evaluasi. Saya juga belum lihat, apakah mereka melanggar aturan. Kan kita senang melanggar aturan,” tegasnya.
Terpisah, Kapolres OKU Timur AKBP Saut P Sinaga mengatakan, terkait perizinan bukan kewenangan Polres OKU Timur, melainkan pemerintah, baik segala aktifitas yang ada di PT tersebut.
“Polisi hanya sebagai pengaman Handaknya saja, kapan digunakan handak itu memang tergantung mereka dan juga program mereka,”kata Saut. Ditambahkannya, pihak perusahaan sendiri sudah melakukan sosialisasi, dan tidak ada lagi yang kurang dalam sosialisasi itu.
Menurutnya, efek dari ledakan itu sendiri belum ada, dan tidak berdampak seperti gempa atau debu beterbangan atau awan gelap ataupun pencemaran udara, atau juga menghilangkan mata air.
“Masyarakat memang membawa alat-alat itu ke Polres untuk membuat laporan, jadi kita tanya, mereka mau buat laporan apa, karena PT sendiri sudah mengikuti aturan, inikan investor, jadi kita tidak tahu masalahnya apa. Dokumen perusahaan juga kita minta memang sesuai dengan aturan, “tandas Saut. # cr1