Tidak Bisa Menebus Pupuk, Petani Mengeluh
Berharap Stok Pupuk Musim Gadu Aman
Martapura, BP
Ketersediaan pupuk yang cukup di setiap musim tanam perdana maupun tanam gadu memang menjadi harapan semua petani. Namun stok pupuk yang sudah disediakan pemerintah tersebut belum tentu semua petani bisa melakukan penebusan. Pasalnya sebagian petani terkendala dalam biaya atau permodalan.
Petani yang cukup modal tidak akan mengalami kesulitan untuk mendapatkan pupuk. Tapi petani yang tidak mempunyai cukup modal atau pekerjaannya upahan terus (buruh tani) rata-rata sulit untuk mendapatkan pupuk.
“Kami di sini rata-rata hampir setiap musim tanam selalu mengutang pupuk. Nanti kalau sudah panen utang pupuk itu baru kita bayar,” ungkap Kusno (47), salah satu warga Kecamatan Bunga Mayang, yang lahan garapannya menumpang di tanah Omiba, Minggu (27/3).
Dikatakannya, cara mengutang atau sistem ijan di sini bukan hal yang aneh, hampir rata-rata dilakukan petani yang tidak cukup modal untuk bercocok tanam. “Itu terpaksa dilakukan daripada saat pemupukan kita terlambat dan berpengaruh pada tanaman, akhirnya pertumbuhannya kurang bagus,” ujarnya.
Selain itu, lanjut Kusno, faktor kebutuhan manusia yang mendesak adalah makanan. “Kalau kita lapar mas, tidak mungkin nak ditunda-tunda lagi pasti gimana caranya perut yang lapar bisa terisi. Jadi meski harus berutang pupuk tapi yang pasti kami juga mempunyai tanaman,” terangnya.
Jelang musim tanam gadu yang berlangsung dari bulan Mei hingga Agustus 2016 nanti, para petani di bumi Sebiduk Sehaluan sangat berharap kepada pemerintah OKU Timur agar tidak terjadi kelangkaan pupuk.#Cr1