Trans Studio Dibangun di Kampung Kapitan

BP/SYAIRUL
Palembang, BP
Trans Corp berencana membuat Trans Studio di kawasan Kampung Kapitan, hal ini setelah investor tersebut bertemu dengan pihak Pemerintah Kota Palembang beberapa waktu lalu.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumsel setuju dengan rencana pembangunan tersebut, namun pembangunannya diharapkan dapat tetap menjaga keaslian kawasan tersebut sebagai heritage.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumsel Irene Camelyn Sinaga mengatakan, silakan saja Pemko Palembang menawarkan kawasan Kampung Kapitan sebagai tempat investasi. Namun, dirinya meminta agar tidak merusak dan mengganggu.
“Jika itu tujuannya mempercantik, ya silakan saja. Justru itu dapat menambah wisatawan di Kota Palembang,” katanya, Jumat (26/2). Dijelaskannya, Kampung Kapitan itu bukan suatu wilayah tetapi merupakan rumah sehingga dirinya yakin Pemko Palembang tidak akan menjual Kampung Kapitan.
“Jika memang investor tersebut tertarik, pastikan dahulu zonasi pembangunan investasi tersebut dan jangan sampai mengganggu Kampung Kapitan apalagi sampai menghilangkan Kampung Kapitan,” tegasnya.
Sebelumnya, Walikota Palembang H Harnojoyo menawarkan tiga kawasan untuk dilakukannya pembangunan mini Trans Studio. tiga kawasan tersebut yakni kawasan Kapitan, kawasan 35 Ilir, serta Balai KIR di KM 7.
“Kami menawarkan tiga kawasan tersebut namun pihak Transcorps belum menentukan lokasi investasi tersebut. Untuk di Kampung Kapitan itu, seberapa besar investasi mereka juga belum ditentukan kesepakatannya,” katanya.
Lanjutnya, memang belum ditentukan pasti kesepakatannya namun di targetkan hal tersebut akan segera terealisasi di akhir tahun 2016 ini. “Secepatnya kita temukan kesepakatan, kita targetkan supaya akhir tahun ini bisa segera terwujud pembangunan tersebut,” jelasnya.
Sementara itu, Perwakilan pihak Transcorp, Putra Jaya mengatakan, selain akan dibangun mini Trans Studio, pihaknya juga akan membangun perhotelan serta mal di lokasi yang akan disepakati nantinya. “Intinya kita akan menciptakan tempat hiburan yang menyenangkan,” katanya.
Tambahnya, alasan pihak Transcorp memilih Kota Palembang sendiri karena tertarik dengan adanya Sungai Musi. Menurutnya, kota-kota lain mungkin memang mempunyai sungai sendiri namun Sungai Musi jauh lebih menarik.
“Jadi, Sungai Musi yang menjadi pertimbangan kami, dan saya rasa itulah kelebihan di bandingkan dengan kota lainnya di Indonesia, oleh karena itu kita juga harus mengangkat potensi yang ada ini untuk membantu perekonomian rakyat,” tukasnya. #dil