Tanah Jembatan Lubes Longsor, 2 Desa Terendam
Muaraenim,BP
Hujan deras semalam suntuk mulai Selasa (23/2) sekitar pukul 19.30 WIB hingga Rabu (24/2) pukul 10.00 WIB membuat air Sungai Enim dan Sungai Lematang Meluap. Luapan air Sungai Lematang tersebut membuat tanah badan jalan pangkal jembatan kontruksi yang berada di Desa Lubuk Amplas Kota Muaraenim menjadi longsor.
Tanah badan jalan pangkal jembatan itu mengalami longsor saat terjadi hujan deras. Panjang tanah yang longsor sekitar 10 meter. Tanah tersebut longsor masuk ke dalam Sungai Lematang. Akibat tanah tersebut longsor membuat badan jalan dipangkal jembatan terancam putus.
Saat ini badan jalan yang tanahnya longsor telah ditutup masyarakat agar tidak dilalui kendaraan roda 4 maupun roda dua. Dengan demikian badan jalan itu hanya bisa digunakan satu jalur.
Tanah badan jalan pangkal jembatan yang longsor itu telah mendapatkan perhatian serius Bupati Muaraenim, Ir H Muzakir Sai Sohar yang meninjau langsung lokasi longsor. Kemudian Ketua Komisi I DPRD Muaraenim, Faizal Anwar SE.
melihat langsung longsor tersebut.
Kemudian Kabid Perancanaan Dinas PU Bina Marga dan Pengairan Muaraenim, Alfin, juga telah mengecek langsung longsor tersebut untuk mengambil langkah antisifasi. “Longsor ini akan segera kita ambil tindakan dengan melakukan penimbunan secara darurat. Karena jika tidak segera diantisifasi, maka jalan pangkal jembatan ini bisa menjadi putus,’ jelas Alfin di lokasi longsor, Rabu (24/2).
Menurutnya, meski tanah badan jalan pangkal jembatan itu longsor, namun tidak mengancam kontrusi jembatan. Karena kontruksi tiang jembatan beton tersebut menggunakan patok bumi yang cukup dalam. .
Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Muaraenim, Faizal Anwar SE, mengharapkan agar PU Binas Marga segera mengambil langkah antisifasi agar longsor tersebut tidak bertambah lebar. Karena tanah tersebut terus mengalami longsor akibat terkena gerusan luapan air Sungai Lematang. “Sejak saya berada di sini sudah berapa kali saja tanah itu longsor,” jelas Faizal.
Sementara itu, luapan air Sungai Lematang, tidak saja membuat tanah badan jalan pangkal jembatan tersebut longsor, tetapi telah membanjiri Desa Tanjung Raman dan Desa Guci, Kecamatan Ujanmas. Luapan air tersebut masuk ke desa tersebut mulai pukul 12.00 WIB. ketinggian air merendam desa itu berkisar 70 Cm sampai 1 meter.
Sebagian rumah penduduk yang berada di dua desa itu telah terendam banjir. Beruntung, mayoritas rumah penduduk berbentuk panggung. Sehingga masyarakat masih tetap bertahan dirumahnya, karena banjir hanya merendam bawah kolong rumah mereka. Namun ada juga rumah warga yang berbentuk depok berkontruksi permanen.
Sehingga barang barang yang berada di rumahnya terpaksa diungsikan ketempat yang lebih tinggi lagi agar tidak terendam banjir. “Malam ini kami tidur menumpang dirumah keluarga, karena rumah kami kebanjiran,” jelas salah seorang warga Desa Tanjung Raman.
Salah seorang warga Desa Tanjung Raman, Joko, mengatakan, selama musim penghujan, desa mereka sudah 4 kali terendam banjir. “Banjir hari ini merupakan yang ke 4 kalinya sejak memasuki musim penghujan. Banjir yang terjadi hari ini belum tahu apakah lebih besar dari banjir yang sebelumnya atau tidak,” jelasnya.
Luapan air Sungai Lematang, tidak saja membanjiri pemukiman masyarakat dua desa itu, tetapi telah menenggelamkan jembatan gantung di Desa Guci, Kecamatan Ujanmas. Jembatan gantung yang baru saja diperbaiki itu telah rusak akibat terseret derasnya arus Sungai Lematang.nur
Poto:poto Ketua Komisi I DPRD Muaraenim, Faizal Anwar SE bersama Kabid Perencanaan PU Bina Marga melihat tanah pangkal jembatan yang longsor dan poto Banjir yang menggenangi Desa Tanjung Raman. #nur