Penyebab Banjir, Wali Kota Palembang: Drainase Tak Mampu Tampung Volume Air

56

Palembang, BP – Intensitas hujan yang tinggi membuat sejumlah wilayah di Palembang kembali terendam air dan banjir.

Seperti misalnya kawasan Simpang Dogan yang membutuhkan waktu sekitar enam jam agar air surut.

Wali Kota Palembang Harnojoyo mengatakan banjir yang terjadi cukup lama ditenggarai karena saluran drainase yang tak memadai.

“Curah hujan tinggi, drainase tidak sebanding dengan volume air,” ujar Wali Kota (Wako) Palembang, Harnojoyo, Selasa (14/9).

Meski Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang sudah mengantisipasi genangan air agar bisa surut lebih cepat dengan pompa air, namun curah hujan tinggi yang tak membuat drainase mampu menampung volume air.

Baca Juga:  Walikota dan KADIN Percepat Pembangunan Destinasi Wisata Unggulan di Palembang

“Pompa kita juga dalam tahap normalisasi. Kita terus berupaya supaya genangan air cepat surutnya,” kata Harnojoyo.

Menurutnya, pengaruh curah hujan yang tak dapat terprediksi juga menjadi penyebab banjir dan genangan air masih terjadi di sejumlah wilayah dataran rendah.

“Karena kita tidak bisa prediksi cuaca. Yang penting genangan air tidak mengganggu aktivitas masyarakat. Ke depan, ada pompa tambahan kerja sama Pusri di Sei Buah,” timpal Harnojoyo.

Baca Juga:  Kawanan Pembobol Rumah Resahkan Warga Sukarami Ditangkap Polsek Sukarami 

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Palembang, Ahmad Bastari menyebut, Pemkot Palembang telah melakukan penanganan.

Ia membuktikannya dengan air yang surut lebih cepat di beberapa titik, seperti kawasan Simpang Polda.

“Air di Simpang Polda surut lebih cepat, sehari sudah kering. Biasanya di sana bisa sampai 2 hari,” ungkap dia.

Baca Juga:  Mantan Anggota DPR RI Ini Beri Semangat Ke Santri Tahfiz Al Qur'an Pondok Pesantren Aulia Cendekia 

Kendati ada sejumlah wilayah mengalami surut lebih cepat, namun pembenahan pompa dan minim drainase masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemkot Palembang menangani kasus banjir.

Selain itu, Bastari mengungkapkan pengerjaan konstruksi pun turut memengaruhi volume air yang tinggi ketika musim hujan.

“Di Gandus (Perumahan Pemkot) dan Bukit Baru tergenang karena ada pengaruh dari pembangunan kontruksi. Tapi selama kering di bawah enam jam, daerah masih aman,” tandasnya. #ric

Komentar Anda
Loading...