Tipikal Bek Modern
Wildansyah adalah bek sayap masa kini. Dia bermain sama baiknya saat bertahan maupun menyerang.
DALAM skuad Sriwijaya FC, Wildansyah terkenal dengan permainan yang disiplin, kokoh, dan cepat. Dia juga kerapkali memberikan kejutan dengan menusuk pertahanan lawan.
Bisa dikatakan Wildansyah salah satu bek modern yang dimiliki Laskar Wong Kito. Bila bertahan, pemain berusia 29 tahun ini sangat disiplin menjaga arealnya. Dia juga pandai dalam membaca serangan lawan.
Wildansyah tak mudah kalah dalam duel adu kecepatan. Ia lugas dalam menghentikan laju pemain lawan. Keistimewaan lain yang dimiliki pemain kelahiran 3 Januari 1987 ini, yakni mampu menyisir sisi kanan lapangan. Apabila striker SFC kesulitan menembus pertahanan lawan, maka ia akan menunjukkan kemampuan melakukan penetrasi lewat aksi dribbling memikat. Begitu momennya tepat, ia akan menyodorkan umpan silang matang kepada striker untuk dituntaskan menjadi gol.
Untuk urusan umpan crossing, kemampuan Wildansyah tak perlu diragukan lagi. Dia punya kemampuan melepas umpan terukur dari sisi kiri ataupun kanan lapangan.
“Ya, dia pemain bagus, punya pertahanan dan crossing sangat baik,” kata Asisten Pelatih SFC Hartono Ruslan, Minggu (21/2).
Wildansyah menjadi salah satu pemain andalan Pelatih Benny Dollo. Berkaca dari musim 2015 lalu, Wildansyah tak tergantikan. Namun di musim 2016 ini, ia punya banyak pesaing. Mereka adalah Supardi, Syaiful Indra Cahya, dan Zalnando. Tetapi Wildansyah tak gusar mengingat hanya dia dan Supardi yang kenyang pengalaman. Besar kemungkinan posisi starter tetap akan jadi miliknya ketimbang pemain muda Syaiful Indra Cahya dan Zalnando.
Tapi pelatih selalu berpatokan pada kesiapan pemain jelang pertandingan dan kebutuhan tim. Keempat pemain tersebut punya kesempatan yang sama untuk merumput.
“Keempat wing bek ini sama baiknya, tinggal rotasi pemain dan kebutuhan di lapangan saja,” ujar Hartono.
Sekretaris Tim SFC Achmad Haris mengatakan, Wildansyah sudah memberikan kontribusi yang besar untuk SFC hingga berhasil masuk final Piala Presiden 2015. Itulah kenapa manajemen kemudian menyodorkan kontrak perpanjangan padanya. Dia termasuk pemain bertahan yang harus cepat dipagari.
“Kita tahu musim 2015 lalu dia menjadi andalan SFC selain Syaiful,” ujarnya.
Kini ada suntikan tenaga baru, Supardi. Manajemen mempersilahkan pemain bersaing secara sehat untuk mendapatkan tempat inti di tim utama. “Silakan bersaing untuk dapat masuk dalam starting eleven,” katanya. # rizal effendi