Momentum Menuju Liga Futsal Profesional

Mengenal Skuad Gubernur Sumsel Cup
Juvesia kini hanya berstatus tim amatir. Namun suatu saat nanti mereka bermimpi bisa tampil di level tertinggi, Liga Futsal Profesional.
Palembang, BP
TIM Futsal Juvesia baru dibentuk pada Maret 2013. Tim asal Prabumulih ini adalah binaan CV Aqila Fishion, yang menjadi salah satu peserta kejuaraan bergengsi Gubernur Sumsel Cup, 12-13 Maret 2016. Meski berasal dari Kota Prabumulih, namun Juvesia memiliki harapan yang tinggi. Harapan memang harus tinggi sehingga butuh kerja keras dan usaha pantang menyerah untuk mewujudkan impian itu. Prinsip itu yang dipegang tim ini.
Ya, Juvesia berharap suatu saat nanti bisa tampil di ajang Liga Futsal Profesional. Untuk mewujudkan impiannya itu, berbagai event terus diikuti untuk mengukur kualitas yang dimiliki. Salah satu sarana tepat mengukur kelayakan adalah mengikuti Piala Futsal Gubernur Sumsel, yang digagas BeritaPagi Groups.
“Harapan saya kalau bisa pemain saya bisa bermain di Liga Futsal Profesional. Piala Gubernur Sumsel adalah wadah yang tepat untuk mengukur kekuatan. Melalui turnamen ini kami ingin membuktikan jika Juvesia bisa memberikan hasil yang terbaik,” kata Manajer Juvesia Irmansyah saat dihubungi BeritaPagi, Senin (22/2).
Firman-sapaan akrabnya mengatakan, Juvesia dibentuk pada Maret 2013 melalui seleksi ketat hingga akhirnya terkumpul 22 pemain hingga saat ini. Kemudian Juvesia menjadi tim binaan dari CV Aqila Fishion dan aktif mengikuti berbagai turnamen tingkat daerah.
“Kini ada 22 pemain yang kita bina usia 19-21 tahun. Bahkan kita juga melahirkan pemain berbakat seperti Nugroho dan Reza. Keduanya adalah jebolan Juvesia namun kini membela tim Musi Banyuasin,” jelas Firman.
Untuk prestasi, Juvesia ternyata memiliki koleksi cukup banyak. Tahun 2012 mereka menyabet juara dua kejuaraan futsal BPI di Inderalaya, 2015 double winner (juara satu dan dua) kejuaraan BPI. Kemudian juara pertama KNI Cup di Prabumulih, Juara pertama Refery Cup di Prabumulih tahun 2014, juara kedua Asosiasi Futsal Daerah (AFD) Prabumulih tahun 2015, juara ketiga Bupati Cup Lahat tahun 2015 dan mewakili Kota Prabumulih pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) di Mako Lanal Palembang dan berhasil menjadi juara ketiga.
“Cukup banyak prestasi yang kita raih tingkat daerah. Waktu mewakili Prabumulih di Kerjuda tujuh di antaranya adalah pemain Juvesia,” bebernya.
Guna menghadapi kejuaraan Gubernur Sumsel Cup tingkat provinsi, persiapan lebih intensif lebih dilakukan. Selain melakukan latihan rutin seminggu tiga kali di lapangan futsal Nasional Prabumulih, latihan fisik juga menjadi menu utama.
“Kita latihan tiga kali seminggu setiap hari Senin, Rabu dan Jumat. Namun, kita ada menu tambahan menjelang Gubernur Sumsel Cup. Saya yang juga merangkap sebagai pelatih menambah porsi latihan fisik pemain. Jadi fisik harus ditingkatkan agar tidak kedodoran saat kompetisi dimulai,” jelasnya.
“Untuk pelatih saya sudah memiliki lisensi satu tingkat nasional,” tambahnya.
Lantas bagaimana peluang dan persaingan di ajang Gubernur Sumsel Cup. Kata Firman, Musi Banyuasin (Muba) yang mengandalkan pemain Sekayu United tetap menjadi pesaing terberat. Meski belum pernah saling berhadapan, namun sepak terjang Muba sudah dikenal para lawan.
“Terakhir mereka juara Liga Nusantara, dan kita juga ikut namun kalah. Muba tetap pesaing, namun tim lain juga berat seperti Bank Sumsel Babel. Melalui turnamen ini kami berharap pemain kami yang masih berusia muda bisa masuk skuad Porprov Prabumulih atau memperkuat tim futsal PON Sumsel,” tegas Firman.
“Melalui turnamen ini kami ingin membuktikan jika pemain daerah tidak kalah kualitasnya dan bisa bersaing di tingkat provinsi. Kejuaraan ini kesempatan yang baik untuk meningkatkan pengalaman dan mental bertanding pemain,” pungkasnya.
#fer