87 Polisi Mendadak Dites Urin
Palembang, BP
Sebanyak 87 personel dari Direktorat Sabhara Polda Sumsel dan Ditreskrimum Polda Sumsel mendadak dikumpulkan jajaran Bid Propam Polda Sumsel, di Gedung Anton Sujarwo Mapolda Sumsel, Senin (22/2) sekitar pukul 07.30.
Pantauan di lokasi tes urin, tampak seorang Bintara muda yang diduga gugup saat dilakukan tes urin dadakan sehingga sulit buang air kecil. Karena hal itu sampai membuat aparat Subbid Provos Polda Sumsel dan petugas Bid Dokkes Polda Sumsel menunggu sekitar satu jam.
Kabid Propam Polda Sumsel Kombes Pol Hendro Wahyudin mengatakan, mereka semua dikumpulkan untuk mengikuti tes urin dalam melihat penyalahgunaan narkoba di tubuh Polri. Bahkan, kegiatan ini akan rutin dilakukan sesuai arahan Kapolda Sumsel Irjen Pol Djoko Prastowo.
Selain itu juga, menurut Hendro, personel Polri juga rawan terlibat penyalahgunaan narkoba. Untuk itu pihaknya perlu melakukan antisipasi dengan cara tes urin secara tiba-tiba.
“Nantinya, jika hasil dari tes urin positif tentu akan kita selidiki terlebih dahulu. Kita lihat apakah hanya pemakai atau memang terlibat peredaran narkoba,” kata Hendro.
Namun, ditegaskan perwira melati tiga ini, jika terlibat untuk sanksi terberat bisa dilakukan pemecatan. Terlebih jika ada oknum tersebut telah berulang dan menjadi pengedar, serta tak bisa lagi dilakukan pembinaan.
“Bila kadarnya hanya sebagai pemakai bisa dilakukan rehabilitasi, hukuman fisik, maupun kurungan untuk memberikan efek jera agar menghindari narkoba. Hukuman fisik ini tentu yang tidak melanggar HAM, seperti olahraga, push-up atau lainnya,” pungkas Hendro. #rio