Tol Kapal Betung Tahun Ini ‘Groundbreaking’

21

25ilustrasi-tolPalembang, BP
Peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan ruas jalan tol Kayu Agung-Palembang-Betung (Kapal Betung) sepanjang 111,69 km segera dilakukan tahun ini. PT Sriwijaya Makmoer Persada (SMP) telah didaulat menjadi pemrakarsa pembangunan oleh pemerintah pusat.

Asisten II Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Setda Sumsel Ir Ruslan Bahri menuturkan, secara keseluruhan tak ada permasalahan dengan pembebasan lahan karena telah dilakukan sejak 2013.

“Sekarang hanya dalam tahap persiapan saja. Tahun ini juga insya allah digroundbreaking dan dikerjakan,” ujar Ruslan.

Ia menuturkan, proyek tersebut merupakan unsocilited atau atas prakarsa badan usaha yakni PT SMP. Perusahaan tersebut merupakan kerja sama antara Markmore Labuan Ltd yang merupakan BUMND Malaysia dengan BUMD Sumsel PD Prodexim, yang juga masuk dalam proyek tol Palembang-Indralaya.

Baca Juga:  Sultan Palembang: “Tugu Palembang Darussalam Adalah Ikon Baru Kota Palembang, Harus Dijaga Bersama”

Dengan demikian kewajiban penyediaan tanah berada dalam kendali PT SMP untuk kemudian dilapokan ke Ditjen Bina Marga Kementerian PU-Pera guna memulai proses tender. Hingga saat ini, pemrakarsa sedang menyiapkan dan menyusun dokumen teknis jalan bebas hambatan senilai Rp13 triliun tersebut.

Dengan panjang 111,69 km, tol tersebut dibagi menjadi tiga seksi yakni seksi I Kayu Agung-Jakabaring sepanjang 33,5 km, seksi II Jakabaring-Musilandas sepanjang 33,9 km , dan seksi III Musilandas-Betung sepanjang 44,29 km. “Jalan tol ini merupakan bagian dari lintas Sumatera dengan konsep high grade highway,” jelasnya.

Ditambahkan Kabid Sarana dan Prasarana Bappeda Sumsel Hendrian MT, kesiapan lahan untuk tol Kapal Betung sudah tak lagi ada masalah dan tengah memasuki tahap persiapan pembangunan.

Baca Juga:  Kadin Serahkan Oksigen Generator Senilai Rp 1,3 M ke RSUD Siti Fatimah

“Karena sistemnya unsocilited, tak hanya PT SMP, namun ada skema penyertaan modal dari Kabupaten OKI. Mungkin dari situ belum final,” beber dia.

Ia menyebutkan tol Kapal Betung masuk kedalam rencana pembangunan jalur Trans Sumatera. Namun pembangunan tol Kapal Betung berbeda dengan pembangunan tol lainnya.

“Kalau tol lain menggunakan sistem penugasan. Tapi kalau ini menggunakan unsocilited,” ucapnya.

Namun, lanjut Hendrian, sesuai dengan intruksi Presiden Joko Widodo meminta agar semua tol bisa tersambung pada 2018 mendatang. “Targetnya memang 2018 selesai, kita optimis tol Kapal Betung bisa selesai sesuai targetnya,” terangnya.

Sementara itu, Gubernur Sumsel H Alex Noerdin mengungkapkan pihaknya meyakini tidak ada kendala dalam pembangunan tol Kapal Betung dan bisa merealisasikan target pembangunan di 2018 mendatang.

Baca Juga:  2.500 Polri & TNI Amankan Kedatangan Jokowi

“Sudah di sahkan Presiden. Kita tinggal persiapkan, sebelum Asian Games 2018 mendatang harus kelar,” ujarnya.

Pernyataan Alex itu tidak hanya omong kosong, karena pada pemaparan rencana pembangunan tol di Sumsel yang dilakukan Gubernur Sumsel di hadapan Presiden Jokowi mendapat respon positif. Bukan hanya tol Kapal Betung dengan panjang 111,69 km, juga ada pembangunan tol Palembang-Inderalaya (Palindra) sepanjang 22 km, dan dengan khusus Alex meminta tol Palembang-Tanjung Api Api (TAA) sepanjang 60 km.

Dijelaskan Alex, PT Sriwijaya Markmore Persada (PT SMP) sudah mendapat surat persetujuan dari Kementerian PU untuk meneruskan progress sebagai pemrakarsa jalan tol Kapal Betung.

“Ini sebagai langkah mengurangi kemacetan di jalan Palembang-Indralaya,” tandasnya. #idz

Komentar Anda
Loading...