Tetap Berprestasi Tanpa Pelatih
Mengenal Skuad Gubernur Sumsel Cup

TIM Futsal Bank Indonesia (BI) adalah salah satu peserta kejuaraan futsal bergengsi Gubernur Sumsel Cup 2016 antar instansi, perusahaan dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), yang bakal dihelat di lapangan futsal Momea Palembang, 12-13 Maret.
Mendengar nama BI, tentu yang dibayangkan adalah tim futsal besar karena sokongan dana berlimpah. Pastinya juga tim ini memiliki program dan diasuh pelatih yang profesional. Tapi, anggapan itu ternyata salah. Tim Futsal BI ternyata dibentuk berdasarkan bakat alami alias otodidak. Bahkan, tim ini tidak memiliki pelatih. Materi latihan dilakukan atas dasar kebersamaan dan kekeluargaaan.
“Benar, Tim Futsal BI tidak memiliki pelatih. Kami berlatih berdasarkan hobi dan bakat otodidak. Kami melakukan latihan untuk keakraban dan rasa kekeluargaan,” ujar Manajer Tim Futsal BI Muhammad Fajerin kepada BeritaPagi, Minggu (22/2).
Dikatakannya, Tim Futsal BI memang tidak mencari pelatih karena BI memang mengandalkan keakraban pemain. Jika memakai pelatih maka bisa dikatakan tim profesional dan ada anggaran yang harus dikeluarkan BI. Sementara BI memiliki prosedur dan ketentuan khusus dalam mengeluarkan anggaran.
“Kita latihan satu minggu sekali di lapangan futsal Momea. Kita berlatih bersama-sama dan saling memberikan masukan layaknya keluarga. Kita juga saling berbagi pengalaman terutama Muhammad Alfirzon, karena dia pernah di Sriwijaya FC,” tambahnya.
Ditambahkannya, Tim Futsal BI dibentuk tahun 2010. Namun pada awalnya BI membentuk tim sepakbola. Berhubung semakin sulit mendapatkan lapangan sepakbola makanya diubah menjadi tim futsal.
“Semua pemain adalah murni pegawai BI. Yang hobi futsal dan sepakbola kami kumpulkan hingga terbentuk sebuah tim. Makanya, kami berlatih sepakbola pada hari Sabtu di lapangan Bumi Sriwijaya dan Minggu berlatih futsal,” tegasnya.
“Kalau sepakbola kami selalu melakukan sparing dengan sesama instansi seperti BTN, BRI, Mandiri, Polda dan Poltabes. Jadi latihan sepakbola dan futsal dilakukan secara bergantian,” tambahnya.
Meski hanya mengandalkan bakat otodidak dan tidak memakai jasa pelatih, namun tim BI tetap mampu berprestasi. Tahun 2015 BI juara pertama Pertamina Cup dan 2014 juara pertama kejuaraan futsal antar bank tingkat Sumsel.
“Kami hanya mengikuti kejuaraan antar instansi karena kami membawa nama BI. Kalau ikut kejuaraan umum takutnya terjadi keributan dan bisa merusak nama instansi. Untuk Gubernur Cup kami memasang target juara. Kami ingin membuktikan mampu berprestasi tanpa pelatih. Untuk pesaing terberat ada Bank Sumsel Babel, Bank Mandiri, PLN, PT KAI karena mereka semua tim kuat. Kalau untuk tim SKPD kami buta kekuatan mereka,” bebernya panjang lebar.
“Untuk Gubernur Sumsel Cup kami akan diperkuat kiper andalan kami Ade Budiman. Dia pernah memperkuat BI pusat di kejuaraan Inter Central Bank Games (ICBG) tingkat Asean di mana BI menjadi juara pertama. Dia sempat mengikuti pelatnas di tim BI pusat tahun 2014,” pungkasnya.
Pemain andalan tim BI Muhammad Alfirzon mengaku lawan terberat adalah Pelindo dan Bank Sumsel. Namun semua tim tidak bisa dianggap enteng karena tim lain terus berburu pemain berkualitas.
“Seperti Muba kebanyakan pemainnya dari Palembang dan mereka tim yang harus diwaspadai,” kata Ijon-sapaan akrabnya.
#fer