Bom Meledak, Satpam DPRD Sumsel Tewas

18

# Empat Pelaku Peledakan Berhasil Dibekuk

DSC_0004Palembang, BP

Ledakan bom terjadi di Jalan POM IX, Kampus, Palembang tepatnya di  depan gedung DPRD Sumatera Selatan, Selasa (16/2), pukul 15.00.

Akibat peristiwa ledakan itu, seorang satpam yang bertugas di pos jaga  gedung DPRD Sumsel tewas dan satu luka berat.

Dentuman ledakan yang terdengar sangat keras itu membuat sejumah  pengendara di sekitar lokasi panik dan kocar-kacir.

Satlantas Polda Sumsel segera menutup akses jalan yang masih diselimuti  asap bekas ledakan. Tak lama berselang tim Gegana Brimob Polda Sumsel  langsung menyisir tempat kejadian perkara (TKP) ledakan bom tersebut. Korban luka berat pun langsung dilarikan tim Dokes Polda Sumsel ke rumah sakit terdekat .

Sementara satu korban tewas langsung dibawa ke rumah sakit  untuk dilakukan otopsi. Diketahui, ledakan bom terjadi setelah massa aksi unjuk rasa dibubarkan  paksa. Massa yang tak sudi dipalak terus menerus oleh preman mengadukan  nasibnya ke DPRD Sumsel.

Baca Juga:  Apel Bakti Sosial Hari Jadi Polwan Ke 72

Sayangnya aksi damai tersebut berakhir ricuh  lantaran jumlah massa yang terlalu banyak. Aparat kepolisian yang telah bersiaga di lokasi pun sempat kewalahan  menghalau kericuhan yang terjadi hingga akhirnya tembakan peringatan  terpaksa dilontarkan dan beberapa pengunjuk rasa sempat diterjang timah panas karena melakukan perlawanan.

Selain itu, aparat juga menembakkan gas air mata ke kerumunan massa, sejumlah dalang aksi unjuk rasa berhasil diamankan aparat kepolisian dari  Polda Sumsel.

Usai massa unjuk rasa berhasil dibubarkan paksa, tak lama berselang  dentuman keras terdengar, suara ledakan yang keras. Sebuah ledakan bom memporak-porandakan  pos jaga DPRD Sumsel. Akibat ledakan itu satu orang satpam luka berat dan satunya tewas di tempat.

Baca Juga:  DPRD Sumsel Minta Perusahaan Tambang di Merapi Segera Realisasikan Kompensasi Kepada Masyarakat

Setelah korban berhasil dievakuasi, tim Gegana Polda Sumsel dan reskrim  langsung menggerebak rumah terduga pelaku peledakan bom yang menewaskan  satu orang satpam tersebut. Terang saja, di dalam rumah terdapat empat pelaku peledakan bom, meski sempat melakukan perlawanan dengan melepaskan tembakan, dua pelaku  berhasil dibekuk dan dua pelaku lainnya tewas terkena tembakan.

Demikian sekelumit skenario latihan gladi bersih yang dilakukan jajaran  Polda Sumsel dalam rangka latihan mengamankan aksi unjuk rasa anarkis, peledakan bom dan penggerebekan rumah pelaku peledakan yang berlangsung di Jalan POM IX, Kampus, Palembang.

Dalam aksi gladi bersih tersebut, Polda Sumsel melibatkan 638 personel kepolisian terdiri dari Brimob, Sabhara, Satlantas, Dokes, dan satuan lainnya.

Direktur Sabhara  Polda Sumsel Kombes Pol Imron Korry mengungkapkan, pihaknya menurunkan 638 personel dalam simulasi tersebut. Terdiri dari Polisi Antihuru hara, Satlantas, dan Satreskrim. ”Mereka kita siapkan untuk mengantisipasi terorisme di Sumsel, khususnya Palembang,” katanya.

Baca Juga:  SKK Migas – Medco E&P dan Odira Energy Lakukan Perjanjian Kerjasama Pelayanan Kesehatan Dengan RSUD Siti Fatimah Provinsi Sumsel

“Simulasi ini bukan bagian dari penanganan pelantikan tujuh bupati besok (Rabu). Tapi sebagai langkah antisipasi teroris,” ujar Imron sembari mengatakan kalau kebetulan di kegiatan yang mereka gelar sedang dilaksanakan persiapan pelantikan tujuh pasang bupati/wakil bupati di PSSC Palembang.

Dalam simulasi tersebut, polisi sempat melakukan penutupan jalan Kapten A Rivai dan Kampus POM IX, sehingga jalanan di sekitar PSCC menjadi macet.

Simulasi ini menurutnya penggunaan kekuatan Polri, kemudian penjinakan bahan peledak, dan penggerebekan rumah pelaku peledakan bom.

“Serangkaian aksi ini tadi akan disuguhkan pada Kamis mendatang yang akan disaksikan langsung Kapolda Sumsel dan Kapolri,” katanya. #osk

Komentar Anda
Loading...