Lawan Kekerasan Dengan OBR

18

Palembang, BP
One Billion Rising (OBR) merupakan salah satu cara untuk menolak dan perlawanan terhadap kekerasan terhadap wanita. Dengan demikian meningkatkan kepedulian terhadap kekerasan meskipun tidak signifikan.

OBR yang digelar oleh Women’s Crisis Centre (WCC) juga sebagai bentuk memperingati Valentine. OBR dengan tema ‘My Body My Revolution’ ini merupakan kampanye untuk menuntut, mengajak, menyadarkan, dan menggabungkan orang-orang di seluruh dunia untuk bersama-sama menghentikan kekerasan terhadap perempuan.

“OBR pada awalnya merupakan bagian dari gerakan global untuk menghentikan kekerasan terhadap perempuan yang bernama V-Day. V-Day ini pertama kali dicetuskan pada tanggal 14 Februari 1998, sedangkan untuk di Palembang sendiri kegiatan ini sudah diadakan untuk yang ketiga kalinya,” kata Direktur Eksekutif WCC Yeni Roslaini Izi, di sela-sela acara di halaman Dewan Kesenian Palembang, Minggu (14/2).

Baca Juga:  Menko Polhukam: yang Terlanjur Jadi Korban Pinjol Ilegal Jangan Bayar

Dikatakannya, berdasarkan data dari PBB, satu di antara tiga perempuan di dunia akan mengalami kekerasan seperti pemerkosaan atau penyiksaan, jika diakumulasikan dengan angka perempuan di seluruh dunia berarti mencapai 1 miliar.

Menurutnya, sejauh ini masih banyak wanita yang tertutup dan enggan bercerita. WCC mengajak perempuan yang ada untuk membongkar dinding kebisuan tentang kekerasan, baik kekerasan seksual maupun kekerasan lainnya yang dilakukan terhadap wanita. WCC sebagai organisasi yang melindungi perempuan, memberikan dukungan kepada para korban.

“Tahun lalu kita juga telah mengadakan kegiatan yang serupa dalam bentuk tarian, yang kita tuntut tahun lalu itu keadilan, sedangkan untuk tahun ini kita akan menuntut perubahan. Semua itu hanya bisa dicapai melalui aksi yang lebih berani, tegas dan kreatif,” jelasnya.

Baca Juga:  Diduga Sakit, Madon Ditemukan Meninggal Tertelungkup

Ia mengatakan, dengan semakin gencarnya melakukan kampanye kekerasan terhadap wanita yang sering dilakukan, mulai merubah pemikiran masyarakat. “Jadi lebih banyak yang memberikan informasi jika ada kejadian kekerasan mulai ada kepedulian walau tidak signifikan,” ungkapnya.

Ditambahkannya, pihaknya memiliki rumah aman untuk para korban kekerasan. Dalam satu bulan ada tiga hingga empat kasus yang ditangani dan tinggal di rumah aman. Tidak semua korban yang ditempatkan di rumah aman, hanya Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan human traffiking.

“Berdasarkan SOP maksimal dua pekan korban berada di sana tapi jika perlu tambahan waktu bisa ditambah,” tambahnya.

Baca Juga:  Remaja  Ini  Tenggelam di Dermaga Danau Opi Palembang

Kegiatan ini dipilih dalam bentuk tarian, karena tarian penuh dengan unsur kegembiraan, bebas dilakukan oleh siapa saja dan bisa diikuti atau ditularkan ke yang lain gerakan, sehingga dalam bentuk tarian bisa menggambarkan perlawanan terhadap kekerasan.

Kegiatan One Billion Rising Revolution diikuti 100 peserta baik dari wanita, anak-anak bahkan pria turut menari dengan semangatnya. Meskipun kegiatan tari tersebut dipandu dengan instruktur, namun peserta yang menari boleh bebas berekspresi menggerakkan tubuhnya masing-masing dan tidak terpaku dengan instruktur. #pit

Komentar Anda
Loading...