Curi Ilmu dari Sang Idola
Ia sangat mengidolakan Firman Utina. Untuk mewujudkan cita-citanya menjadi pemain bintang, ia mengadopsi gaya permainan sang idola.
MANDA Cingi memang belum setenar Firman Utina, Yu Hyun Koo, dan Asri Akbar. Tapi pemain berusia 22 tahun ini punya kemampuan untuk dapat berkembang dan menjadi bintang masa depan Sriwijaya FC.
Pemain jebolan SFC U-21 ini sangat mengidolakan Firman Utina, kapten SFC. Seniornya itu bak kiblat bagi Manda dalam hal bermain sepakbola.
“Firman menjadi motivasi bagi saya. Sekarang saya coba mengambil ilmu darinya,” kata Manda Cingi kepada BeritaPagi, Minggu (14/2).
Sang idola juga tidak pelit ilmu. Tak jarang, Firman memberikan petuah pada Manda ataupun pemain muda lainnya. Selain mendapatkan ‘ceramah’ dari Firman, pemain asal Lampung ini juga terus memelototi gaya permainan eks punggawa Persib Bandung itu saat latihan.
“Saya terus lihat bagaimana senior saya Firman Utina bermain,” ujar pemilik nomor punggung 12 di skuad SFC ini.
Memiliki pemain senior berlabel Timnas menjadi berkah tersendiri baginya. Dengan begitu, Manda punya kesempatan menimbah ilmu dari mereka.
Tapi ada tak enaknya juga. Peluang untuk menembus starting eleven sangat berat lantaran keberadaan pemain-pemain bintang. Pemain muad sepertinya harus sabar menunggu kesempatan.
“Saya belum dapat kepercayaan dari pelatih untuk masuk tim inti. Tapi saya akan terus berusaha,” ujarnya.
Hal wajar Manda kalah bersaing dengan pemain sarat pengalaman. Mereka lebih unggul jam terbang.
Manda dan Firman datang dari era yang berbeda. Tapi seiring berjalannya waktu, Manda akan dapat menggantikan peran Firman mengingat pemain sepakbola ada batas produktif.
Untuk ukuran pemain muda, kemampuan Manda boleh dibilang yang terbaik. Masih lekang di ingatan pendukung SFC bagaimana Manda menjadi otak serangan SFC U-21. Bermain di posisi gelandang serang, dialah dirigen permainan. Manda yang mengatur kapan harus melakukan serangan, menarik bola ke belakang, ataupun bermai melebar dari sayap.
Peran Manda begitu sentral dalam SFC U-21. Duet Manda dan Hapit Ibrahim musim 2012 sangat ditakuti. Alhasil, Laskar Wong Kito Mudo berhasil meraih juara ISL U-21 untuk pertama kalinya. Berkat prestasi itu, Manda bisa menembus tim senior. Namun, ia harus bersabar untuk masuk tim inti, karena usianya masih muda dan kalah pengalaman dari seniornya.
“Saya senang bersama SFC, tim besar dengan pelatih, manajemen dan rekan-rekan luar biasa. Mereka jadi semangat saya untuk bersabar menunggu kesempatan,” tukasnya. # rizal effendi