BOT Jakabaring Sportainment Ditunda
# Temasek Group Mundur
Palembang, BP
Pembangunan Jakabaring Sportainment ditunda karena Temasek Group mengundurkan diri sebagai kontraktor.
Tiga pembangunan tersebut direncanakan menggunakan sistem bangun, guna, dan serah atau lazim dikenal sebagai build, operate, transfer (BOT).
Tiga rencana pembangunan tersebut adalah Pasar Modern Cinde, mal yang bersebelahan dengan Rumah Sakit Umum Provinsi Sumsel di atas lahan eks RS Ernaldi Bahar, dan kawasan Jakabaring Sportainment. Namun yang kini dibahas dan diproses hanya Pasar Cinde Modern dan Mal di eks-Ernaldi Bahar.
Kepala Badan Pengelola Aset dan Keuangan Daerah (BPKAD) Provinsi Sumsel Laonma PL Tobing didampingi Konsultan Proyek Pemprov Sumsel Eddy Hermanto mengatakan, PT HSL Constructor Pte Ltd yang merupakan bagian Temasek Group telah membatalkan rencana pembangunan di kawasan Jakabaring.
“Sudah lama batal. Memang sebelumnya ada tiga, sekarang yang ada dan sedang diproses hanya dua,” tutur Tobing.
Sebelumnya, PT HSL Constructor Pte Ltd resmi menjadi kontraktor yang menyetujui rencana pembangunan fasilitas olahraga, perbelanjaan, hotel, convention center, arena bowling, arena basket, perkantoran, dan rekreasi.
Dia menuturkan, batalnya rencana kerja sama pembangunan tersebut karena kondisi perekonomian dunia yang tidak stabil. Hal itu mempengaruhi minat Temasek Group sebagai investor yang menanam investasi di Sumsel.
“Tidak hanya di Indonesia, di negara lain pun begitu, banyak investor yang berfikir dua kali untuk berinvestasi,” ujarnya. Dirinya mengaku belum mengetahui rencana selanjutnya mengenai pembangunan di kawasan tersebut pasca mundurnya Temasek Group sebagai investor.
Sebelumnya, direncanakan PT HSL Constructor Pte Ltd membangun kawasan eksklusif Sportainment di atas lahan seluas 30,8 hektar di kawasan Jakabaring. Investor asal Singapura itu sebelumnya akan berinvestasi sebesar Rp1,8 triliun untuk membangun fasilitas tersebut dengan BOT selama 30 tahun ke depan.
Ada tujuh fasilitas yang akan dibangun, seperti hotel dengan 500 kamar dan apartemen 400 kamar, retail belt, dua tower perkantoran kantor, taman rekreasi di atas 7,5 hektar, convention center berkapasitas 20.000 orang, arena bowling di atas lahan dua hektar, dan arena bola basket berkapasitas 12.000 kursi.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel H Mukti Sulaiman mengatakan, pada awalnya PT HSL Constructor Pte Ltd akan membangun di samping Kantor BSB Jakabaring. Dirinya menyebutkan rencana pembangunan kawasan eksklusif itu bukan dibatalkan melainkan ditunda.
“Alasannya karena lahan yang hendak dibangun itu tanah milik pribadi yang belum dibebaskan, bukan milik pemprov. Jadi butuh waktu (untuk pembebasan lahan-red),” singkatnya. #idz