Rahma Masih Sering Tanyakan Rahmi
Palembang, BP
Kepergian Sandrina Fayza Rahmi (Rahmi) menyisakan cerita haru tersendiri bagi keluarganya. Terlebih bagi saudara kembarnya, Sabrina Fayka Rahma (Rahma), yang belum mengetahui adiknya itu telah tiada.
Balita kembar siam yang berhasil dipisahkan pada 6 Juli 2013 lalu tinggal cerita dan menyisakan Rahma yang kini masih menanyakan keberadaan Rahmi.
“Kalau nangis sudah tidak lagi, tapi semalam tanya ‘Ma, ami (Rahmi-red) kemana?’ Terus saya jawab’ ami lagi jalan-jalan jauh,” tutur Lia Rosdiana, ibu Kandung Rahma-Rahmi sambil matanya yang berkunang-kunang saat dibincangi BeritaPagi, Jumat (12/2).
Lia mengaku belum tega mengatakan hal yang sebenarnya. Akan tetapi akan dicoba sedikit-demi sedikit dan diberi pengertian itulah yang terbaik bagi Rahmi yang mendahului menghadap Sang Khalik. Duka yang mendalam memang masih menutupi wajah ibunya saat menceritakan sepeninggal Rahmi.
Rahmi yang dikenal ceria dan sempat bermain di Rumah Sakit dengan saudara kembarnya di sela-sela masa komanya. “Inget sekali pas di Rumah Sakit, Ami main-main sama Ama (Rahma-red) dan saya. Dia sempat bilang dadah mama, dadah ama. Ternyata itu adalah tanda kepergiannya,” tutur dia.
Pagi sebelum Rahmi meninggal, dokter menyatakan bahwa memang umur Rahmi tak lama lagi dan hanya membutuhkan kekuatan doa yang bisa menyembuhkan dari komanya. Dan benar saja, siangnya pukul 11.30 Rahmi kemudian menghembuskan napas terakhir. Diceritakannya, sejak pemisahan kembar siam itu Rahmi memang lebih lemah dari saudara kembarnya Rahma.
Rahmi divonis mengalami gangguan ginjal karena ginjal sebelah kirinya tak berfungsi. Kondisi kesehatannya juga diperparah dengan penyakit gangguan tulang belakangnya. “Ya begitu, Ami memang sejak awal lebih lemah dari Ama dengan gangguan ginjal dan gangguan tulang belakang. Inilah yang terbaik buat Ami, dan kami berusaha untuk iklas,” ujarnya.
Sementara itu, Dokter Anak yang menangani Rahmi, Silvia saat dikonfirmasi mengatakan jika pihak media lebih baik berkordinasi dengan Humas RS. Pasalnya, penanganan terakhir pada Rahmi dilakukan oleh Dokter di PICU. “Saya tidak bisa menjelaskannya, silahkan komunikasi bersama Humas. Jika saya yang menjelaskan, sama saja saya membuka riwayat kesehatan pasien saya, itu tidak diperbolehkan,” ujarnya.
Sementara itu, Humas RSUP dr Moehammad Hoesin Ani Gumay menyatakan bahwa almarhum diakui masuk dilarikan ke UGD pada tanggal 5 Februari kemudian meninggal pada 11 Februari. Namun demikian, Ani enggan memberikan keterangan lebih banyak lagi tentang riwayat kesehatan Rahmi.
“Iya memang Rahmi masuk tanggal 5 terus sehari setalah itu koma dan dibawa ke PICU. Dokter sudah melakukan yang terbaik, akan tetapi Tuhan berkehendak lain dan Rahmi meninggal Kamis siang kemarin, karena sebelumnya memang Rahmi ada riwayat gangguan ginjal,” pungkasnya. #sug