Gelandang Petarung Asli Sumsel
Ia sosok gelandang petarung. Mau kontak fisik, adu sprint, bahkan bermain keras sekalipun, ia siap meladeni.
GELANDANG bertahan Sriwijaya FC Ichsan Kurniawan adalah salah satu talenta muda berbakat asli Sumatera Selatan. Usianya yang baru 20 tahun, menjadikan dia aset masa depan Laskar Wong Kito.
Jebolan timnas U-19 asal Kabupaten Ogan Komering Ulu itu, kembali mendapat kepercayaan manajemen untuk jadi bagian skuad SFC. Lebih membanggakan, ia berkesempatan main bareng dengan sederet pemain senior berlabel bintang.
Tentu ini sebuah kebanggaan. Terlebih, ia digadang-gadangkan jadi pelapis sepadan untuk gelandang bertahan sarat pengalaman macam Asri Akbar dan legiun asing asal Korea Selatan, Yu Hyun Koo. Maklum saja, mereka berada pada posisi yang sama, gelandang jangkar.
Gaya permainannya pun mirip-mirip. Ichsan bertipikal petarung. Ia jago dalam merebut bola dari kaki pemain lawan. Mau kontak fisik, adu sprint, ia siap. Bahkan bermain keras sekalipun. Tak sedikitpun nyali Wong Sumsel ini ciut.
“SFC adalah tim tanah kelahiran saya. Senang bisa membela tim ini. Saya akan berusaha memberikan penampilan terbaik,” kata Ichsan.
Ia sadar betul, tidak mudah memesan satu tempat di tim inti skuad asuhan Benny Dollo, mengingat materi pemain yang bertabur bintang. Ichsan mesti berusaha esktra keras untuk meyakinkan pelatih. Apalagi, pesaingnya merupakan pemain-pemain sarat pengalaman. Belum lagi ia harus bersaing dengan Hapit Ibrahim. punya permainan yang tak kalah menawan.
Hanya saja Hapit lebih dominan menyerang, sementara Ichsan petarung di posisi gelandang bertahan.
“Saya malah termotivasi. Sekalipun nanti di Piala Gubernur Kaltim, tidak ada aturan mengharuskan pemain muda masuk starting eleven,” jelasnya.
Sebelumnya di Piala Jenderal Sudirman, panitia pelaksana pertandingan menerapkan aturan harus memasukkan minimal dua pemain muda di tim inti.
Tapi di Piala Gubernur Kaltim, bisa jadi aturan itu ditiadakan. Sehingga persaingan di lini tengah SFC akan semakin panas.
“Kalau ternyata aturan mengharuskan pemain muda masuk tim inti tidak ada, tidak masalah. Itu malah menjadi motivasi buat saya untuk tampil lebih baik lagi di sesi latihan,” pungkasnya. # rizal effendie