Kulit Badak Tenaga Kuda
Ia sosok pemain yang tahan banting. Tak kenal lelah mengejar bola. Serta tak gampang sakit ketika dihantam musuh.
DI antara sekian pemain Sriwijaya FC, Talouhu Abdul Musafri punya keistimewaan tersendiri. Usianya memang tak lagi muda, 33 tahun. Namun, fisik dan staminanya masih prima, seperti pemain usia 20-an.
Menempati posisi winger di tim inti, banyak pemain yang siap merebut pos itu dari genggamannya. Mereka sebut saja M Ridwan, Anis Nabar, Rizsky Dwi Ramadhana, dan Bayu Gatra.
Toh, pemain kelahiran 19 Februari 1982 ini tak gentar. Terlebih, ia memiliki sesuatu yang tidak dimiliki keempat pemain tersebut.
Selain fisik yang seakan tak kenal capek, pemain asal Ternate ini juga tak mudah cedera. Masih segar di benak pendukung SFC bagaimana Musafri terkena terjangan keras dari winger Arema Cronus Arif Suyono di babak semifinal Piala Presiden 2015 lalu.
Terjangan itu tepat mengenai pinggangnya, keras bukan main. Kalau orang biasa mungkin sudah terkapar dan harus ditandu ke luar lapangan. Namun, Musafri seperti tidak merasakan. Ia bangkit lagi dan melanjutkan pertandingan.
Bukan sekali itu Musafri mendapat perlakuan kasar pemain lawan namun masih mampu melanjutkan pertandingan. Ketika SFC menghadapi Persija Jakarta di babak penyisihan Piala Jenderal Sudirman, Musafri berbenturan keras dengan senterbek Persija OK Jhon. Akibat benturan itu, ia mengalami lebam. Tapi, Musafri masih bisa bangun dan bermain lagi.
Selidik punya selidik, rupanya ‘otot kawat dan tulang besi’ Musafri tidak diperoleh secara instan. Tetapi berkat latihan keras. Tak hanya di lapangan tapi juga di gym.
“Saya cuma ingin berbuat sesuatu yang terbaik untuk SFC. Bisa membawa prestasi dan sejarah buat tim ini,” kata TA Musafri merendah, saat ditemui, Kamis (11/2).
Manajemen SFC telah memberinya kepercayaan untuk tetap membela tim ini di Piala Gubernur Kalimantan Timur akhir bulan nanti. Itu membuatnya gembira. Bahkan sampai mengungkapkan ikrar untuk mengakhiri karir di Laskar Wong Kito.
“Insya Allah kalau memang manajemen tetap mempertahankan saya untuk waktu ke depan, saya tetap di sini,” tukasnya.
Antusias pendukung SFC yang begitu besar juga membulatkan keinginannya untuk bertahan. “Ketika kami bertanding di kandang dan tandang, mereka tetap datang untuk mendukung, meski dengan segala keterbatasan. Bagi saya itu luar biasa,” tutupnya. # rizal effendi