Berapa Pun Cabor, Palembang Siap

14
BP/ARRACHIM PERSIAPAN ASEAN GAMES-Gubernur Sumsel H Alex Noerdin saat memimpin rapat persiapan Asean Games bersama Komisi X DPR RI yang berlangsung diruang rapat VVIP Room Bandara SMB II Palembang, Jumat (12/2)
BP/ARRACHIM

Palembang, BP

Selain karena Panitia Kerja (Panja) Asian Games 2018 DPR RI menilai Palembang siap, pihaknya pun menjunjung asas proporsional. Dalam promosi Asian Games yang telah dilakukan dari tahun lalu, tuan rumah adalah dua kota besar di Indonesia, yakni Jakarta-Palembang.

Komisi X DPR RI mendukung penuh ibukota Provinsi Sumatera Selatan, Palembang, menjadi tuan rumah upacara penutupan (closing ceremony) Asian Games 2018 mendatang.

Ketua Panja Asian Games 2018 Ferdiansyah menuturkan, Gubernur Sumsel H Alex Noerdin mengusulkan paling lambat Maret ini sudah ada penetapan perihal penyelenggaraan penutupan serta penentuan cabang olahraga (cabor) mana saja yang akan diselenggarakan di Palembang.

“Pada prinsipnya, Palembang membuka diri berapa pun cabor yang akan diselenggarakan di sini. Namun dengan syarat segera diputuskan, yakni Maret,” tuturnya usai mendengar paparan Gubernur Sumsel mengenai kesiapan sebagai tuan rumah Asian Games, di Ruang Rapat VIP Room Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Jumat (12/2).

Penetapan disegerakan, ujar Wakil Ketua Komisi X DPR RI ini, untuk mengantisipasi persiapan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Sumsel. Persiapan membutuhkan waktu paling lama dua tahun plus masa percobaan tiga bulan, sebelum venue cabor benar-benar layak digunakan.

Maret mendatang pun akan ditetapkan apakah penutupan akan diselenggarakan di Palembang atau Jakarta. Namun pihaknya yakin Palembang layak menjadi tuan rumah upacara penutupan karena kesiapannya sudah cukup.

“Maksud kunjungan kali ini untuk melihat langsung kesiapan dan persiapan Sumsel, khususnya Palembang sebagai tuan rumah. Dalam paparan, kami tambah optimis bahwa Palembang siap jadi tuan rumah,” ujarnya.

Pihaknya sesegera mungkin akan menggelar rapat dengar pendapat bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga beserta Gubernur Sumsel agar cabor mana saja yang akan diselenggarakan di Palembang bisa ditetapkan.

Selain sukses prestasi, pihaknya pun memaksimalkan persiapan untuk mencapai sukses penyelenggaraan. Panja Asian Games 2018 akan menggandeng Kementerian Pariwisata dalam menunjang kegiatan dan event menjelang hingga hari-H penyelenggaraan Asian Games di Palembang untuk menarik wisatawan.

“Sukses penyelenggaraan ini juga supaya Palembang menimbulkan kesan. Hingga ke depannya pasca penyelenggaraan Asian Games, wisatawan yang berkunjung ke Palembang lebih banyak dari sebelumnya,” tuturnya.

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin mengatakan, meski penutupan dan pembukaan masih dipertimbangkan, pihaknya menginginkan penutupan bisa diselenggarakan di Palembang.

“Pembukaan di ibukota saja penyelenggaraannya, penutupan di Palembang. Hal ini sedang dipertimbangkan tergantung kesiapan daerah masing-masing,” kata Alex.

Meski penetapan cabor belum bisa dipastikan, Alex menegaskan, pembangunan baru, renovasi, rehabilitasi venue, pembangunan infrastruktur pendukung dan dasar jalan terus. “Selepas Asian Games nantinya, itu semua masih berguna. Target kita infrastruktur, bukan hanya Asian Gamesnya saja,” tambahnya.

Alex meminta penetapan cabor segera dilakukan agar pihaknya pun lebih lepas dan leluasa dalam melakukan persiapan venue.

“Keputusan cabor apa yang diselenggarakan dan di mana diselenggarakannya itu harus segera. Kalau ditetapkannya saat injury time susah. Ketika ada salah satu tuan rumah tidak sanggup, tidak mungkin lagi pindah. Mau berapa pun cabor yang diselenggarakan di sini, Sumsel siap,” tandasnya.

Mantan petenis nasional Yayuk Basuki yang turut dalam rombongan Komisi X DPR RI, mengaku dirinya bangga dengan progres pembangunan di Sumsel. Ia cukup optimis Sumsel mampu menjadi host city yang baik.

“Kalau bicara progres untuk Asian Games, pembangunan Sumsel paling serius. Begitu juga dengan perawatan kawasan olahraga. Berkaca dengan beberapa Provinsi lain, cuma saya melihat Sumsel yang memang sangat terawat,” ucapnya.

Bicara mengenai persiapan Jakarta, Yayuk enggan komentar banyak. Menurutnya, progress di Jakarta memang tidak begitu cepat. Ia sendiri mengaku sangat khawatir jika rencana pembangunan khususnya wisma atlet di Jakarta bisa keburu waktu.

“Sebagai mantan olahragawan yah, saya cukup khawatir. Apakah bisa pas waktu. Jika memang targetnya menggunakan 5.000 pekerja mungkin saja bisa. Tapi, sekarang masalahnya kapan mau dimulai,” tuturnya. # idz/sug

Baca Juga:  Maspril Aries Juara Menulis "Dukung Geopark Suoh"
Komentar Anda
Loading...