Carrefour Palembang Berubah Nama

58

IMG_00000485Palembang, BP

Saham Carrefour Indonesia saat ini sudah dikuasi 100% oleh oleh Trans Corp. Dalam waktu dekat sejumlah gerai Carrefour pun akan berubah nama, termasuk di Kota Palembang.

Corporate Communications General Manager PT Trans Retail Indonesia Satria Hamid mengatakan, Carrefour di Palembang bertahap akan berubah konsep dan pada akhirnya akan menjadi Transmart.

“Tidak menutup kemungkinan, karena saat ini sedang dalam proses transpormasi ke Transmart,” kata Satria ditanya Carrefour akan ganti nama pada 2018, baru-baru ini.

Dia mengatakan, pasca diakuisisi gerai baru Transmart saat ini semakin bertambah. Gerai baru di Palembang adalah yang ke 9 di Indonesia, termasuk Carrefour saat ini sudah 90 gerai.

“Targetnya memang empat tahun, artinya sekitar 2019 nanti semua Carrefour sudah menjadi Transmart, namun secara bertahap akan menyesuaikan, karena konsumen taunya Carrefour,” kata dia.

Baca Juga:  1.435 Pekerja Pertamina Serentak Mengajar

Dijelaskan, dari 89 cabang Carrefour saat ini, yang telah berganti nama menjadi Transmart baru empat cabang. Sebagai catatan, CT Corp melalui PT Trans Retail Indonesia telah mengakuisisi 100% saham PT Carrefour Indonesia pada Januari 2013.

“Seiring dengan pergantian pemegang saham, nama perusahaan berubah menjadi Transmart dan di Palembang akan diagendakan juga secepatnya,” jelas dia.

Sejak didirikan pada 1998, Transmart Carrefour telah bermitra dengan lebih dari 4.000 pemasok dari seluruh Indonesia. Sedangkan 70 persennya masuk dalam kategori UKM. “Dominasi produk fresh, seperti ikan, buah termasuk makanan ringan,” jelas dia.

Dia mengatakan, sejumlah produk lokal secara kualitas sudah bayak yang layak untuk menembus pasar Nasional. Hanya saja persaingan, maupun kemampuan distribusi perlu diperkuat, sehingga dapat masuk pada jajaran produk yang selama ini mengisi displai Transmart.

Baca Juga:  Dukung Kejayaan Kopi Pagar Alam di Pasar Global, Barantin Perkuat Ketertelusuran Komoditas

 

“Bisa dikatakan produk lokal secara nasional yang mengisi Transmart sekitar 70 persen dan hanya 10 persen produk impor. Paling banyak produk lokal yang masuk yakni dari departemen fresh, seperi buah, sayur, ikan dan daging,” tutunya.

 

Dijelaskan, penetrasi pihaknya dalam pengembangan produk lokal sangat besar, bahkan pihaknya berharap produk lokal Palembang banyak yang sudah bisa dinikmati oleh orang-orang di Jakarta. Hanya saja, kendala yang paling sering terjadi masih pada sulai jangka panjang.

 

“UKM yang konsisten mendistribusikan produk sesuai dengan potensi pasar yang ada, tidak banyak. Untuk itulah Transmart hadir untuk membina UKM menjadi pengusaha yang professional yang mampu besaing pada pasar nasional hingga internasional,” jelas dia.

Baca Juga:  Optimalkan Operasional di Lapangan KKKS Seleraya Merangin Dua Jalankan Program Kemasyarakatan Peduli Lingkungan

 

Terkait, target yang akan dicapai Transmart di Kota Palembang, Satria mengklaim pihaknya ingin menyerap tenaga kerja lokal sebanyak-banyaknya membangun industri ritel ini. Termasuk juga menggandeng UKM lokal untuk berkontribusi menjadi pemasok yang andal untuk kemajuan produk lokal.

 

“Produk lokal ini tidak hanya bisa membuat produk ini laku keras, namun juga produksi dan sumber daya manusia (SDM) dalam pengelolaan harus bisa mendukung kinerja. Bahkan, UMK harus bisa membangun manajemen yang kuat, terhadap distribusi produk yang ditawarkan,” tuturnya. #ren

 

 

Komentar Anda
Loading...